Kabut Asap Ganggu Pembelajaran, SDN 94 Kota Jambi Belajar Online

  • 01 Okt 2026 15:56 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Kabut asap yang melanda wilayah Provinsi Jambi dalam satu bulan terakhir berdampak terhadap aktivitas pembelajaran di Kota Jambi. Sejumlah sekolah menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk mengurangi aktivitas belajar tatap muka di tengah kondisi kualitas udara yang kurang baik.

Salah satunya SD Negeri 94 Kota Jambi yang telah menerapkan PJJ selama hampir satu bulan. Namun, pelaksanaan pembelajaran daring tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan perangkat telepon seluler dan gangguan jaringan internet.

Guru SD Negeri 94 Kota Jambi, Lismarni,S.Pd mengatakan tidak semua siswa memiliki telepon seluler sendiri untuk mengikuti pembelajaran. Sebagian siswa harus menggunakan telepon seluler milik orang tua yang juga digunakan untuk bekerja, sehingga keikutsertaan dalam pembelajaran daring belum dapat berlangsung secara maksimal.

Selain keterbatasan perangkat dan jaringan, PJJ juga dinilai belum mampu memberikan hasil pembelajaran yang sama seperti pembelajaran tatap muka. Tingkat pemahaman siswa yang sebelumnya dapat mencapai sekitar 75 hingga 80 persen, selama PJJ diperkirakan hanya sekitar 50 persen atau bahkan kurang.

“Kendalanya memang ada anak-anak yang tidak punya HP sendiri. Ada yang memakai HP orang tuanya, sementara orang tuanya bekerja. Jadi untuk mengikuti pembelajaran daring ini memang belum maksimal. Kalau tatap muka pemahaman anak bisa sekitar 75 sampai 80 persen, tetapi selama PJJ mungkin sekitar 50 persen atau bahkan kurang.” kata Lismarni, Kamis 1 Oktober 2026.

Meski menghadapi berbagai kendala, pihak sekolah tetap mendorong siswa mengikuti pembelajaran dan mengerjakan tugas selama PJJ diberlakukan. Orang tua juga diminta lebih aktif mendampingi dan memantau kegiatan belajar anak di rumah, termasuk memastikan tugas yang diberikan guru tetap diselesaikan.

Sekolah berharap kondisi kabut asap segera membaik sehingga kegiatan pembelajaran tatap muka dapat kembali berlangsung secara normal dan proses belajar siswa menjadi lebih optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....