Kasus ISPA Melonjak, Maysarakat Kota Jambi Diminta Waspada
- 30 Sep 2026 07:35 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Ancaman nyata di balik kabut tebal dan buruknya kualitas udara di Kota Jambi kini memicu alarm darurat bagi kesehatan publik. Lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang terjadi secara drastis membuat pemerintah daerah langsung turun tangan menyerukan kewaspadaan ekstra kepada seluruh warga.
Berdasarkan data surveilans yang dirilis di Posko Kesiapsiagaan Bencana Kekeringan, Mako Damkar Kota Jambi, hingga Selasa, 29 September 2026, jumlah penderita ISPA telah menembus angka 9.050 pasien. Kepala BPBD Kota Jambi, Doni Sumatriadi, menegaskan bahwa gangguan pernapasan ini mendominasi daftar keluhan warga dibandingkan penyakit lainnya.
"ISPA menjadi kasus penyakit yang paling dominan dibandingkan penyakit lainnya yang masuk dalam pemantauan surveilans," tutur Doni, Selasa, 29 September 2026.
Secara keseluruhan, total pasien dari berbagai jenis keluhan kesehatan telah mencapai 10.443 orang. Selain ribuan kasus ISPA, tercatat pula 951 pasien diare serta 442 pasien yang menderita konjungtivitis atau iritasi mata.
Kenaikan jumlah penderita ini terbilang sangat signifikan jika dibandingkan dengan catatan pada 15 September 2026 lalu, yang kala itu masih berada di angka 6.508 pasien. Ini berarti, hanya dalam kurun waktu sekitar dua pekan saja, terjadi penambahan sebanyak 2.542 kasus baru atau melesat hingga kisaran 39 persen.
Melejitnya kasus kesehatan tersebut berjalan seirama dengan merosotnya kualitas udara di lapangan. Pantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup pada Selasa, 29 September 2026 pukul 15.00 WIB menunjukkan konsentrasi partikulat halus PM2.5 menyentuh angka 255 yang masuk dalam kategori "sangat tidak sehat". Kondisi ini diperparah dengan parameter pencemar lain seperti PM10 sebesar 131, sulfur dioksida (SO2) di angka 45, serta karbon monoksida (CO) mencapai 36.
Meskipun para ahli menyarankan kehati-hatian dalam menyimpulkan hubungan sebab-akibat secara langsung—mengingat masalah pernapasan juga dipengaruhi faktor imunitas tubuh dan aktivitas harian—fakta bahwa ribuan warga telah tumbang menuntut kesiapsiagaan tinggi.
Melihat situasi yang kian mengkhawatirkan ini, masyarakat luas—terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia—dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, membatasi aktivitas di luar ruangan, serta disiplin mengenakan masker saat terpaksa beraktivitas di tengah udara yang buruk.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....