Kemarau Panjang, Pakar Kesehatan Jambi Minta Warga Waspadai Kualitas Air

  • 30 Sep 2026 10:55 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi — Memasuki musim kemarau panjang, tantangan terhadap ketersediaan dan kualitas air bersih di Provinsi Jambi kian meningkat. Dosen sekaligus Pakar Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Jambi, Gustomo Yamistrada, S.Pd., S.Tr.Kes., M.Sc., mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola penggunaan air sekaligus mewaspadai potensi kontaminasi bakteri.

Berdasarkan aturan Kementerian Kesehatan, standar ideal kebutuhan air bersih bagi setiap individu minimal mencapai 100 liter per hari untuk mencukupi kebutuhan dasar rumah tangga. Khusus di Kota Jambi, pasokan air dari Perumda Air Minum Tirta Mayang sebenarnya sudah melalui kontrol kualitas yang memenuhi standar di instalasi pusat.

Kendati demikian, Gustomo mengingatkan bahwa air perpipaan tersebut belum dirancang untuk langsung dikonsumsi tanpa proses pemanasan terlebih dahulu. "Untuk proses pendistribusiannya, jaringan perpipaan kita memang belum standarnya untuk air minum, sehingga masih standar kualitas untuk air bersih sehingga perlu diolah kembali untuk diminum," ujar Gustomo, Senin, 28 September 2026.

Selain air perpipaan, penurunan volume air tanah pada musim kemarau ini turut berdampak pada sumur gali warga. Kondisi tersebut memicu air menjadi keruh, berbau, hingga meningkatkan risiko rembesan dari tangki septik yang bermasalah. Mengacu pada Permenkes Nomor 2 Tahun 2023, pengawasan melalui SKAMRT terus digencarkan Puskesmas guna memastikan air bersih bebas dari kandungan bakteri Escherichia coli dan coliform demi mencegah wabah diare serta infeksi kulit.

Persoalan lain turut membayangi kualitas air baku sungai akibat pencemaran limbah industri maupun aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Pengawasan juga diperketat terhadap Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU), di mana para pemilik diminta disiplin merawat filter serta lampu ultraviolet secara berkala untuk menghindari risiko kontaminasi.

"Perlu perhatian dan kesadaran dari para pemilik atau pengelola depot air minum isi ulang untuk selalu mengingatkan operatornya menjaga jangan sampai terjadi kontaminasi," tutur Gustomo.

Menghadapi musim kemarau ini, masyarakat diimbau untuk berhemat dan menerapkan pola hidup bersih serta sehat. Kolaborasi erat antara pemerintah, akademisi, dan warga sangat dibutuhkan guna menjaga kelestarian lingkungan demi menjamin pasokan air bersih yang aman dan sehat bagi kesehatan masyarakat Jambi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....