Bulog Jambi Serap 8.339 Ton Gabah, Realisasi Lampaui Target

  • 21 Sep 2026 16:37 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi - Perum Bulog Jambi mencatat realisasi penyerapan gabah petani hingga September 2026 telah mencapai sekitar 8.339 ton. Angka tersebut bahkan telah melampaui target pengadaan gabah Bulog Jambi sepanjang 2026 yang ditetapkan sekitar 8.172 ton.

Manajer Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum Bulog Jambi, Ahmad Muzajjad Faqihudin, mengatakan penyerapan gabah masih terus dilakukan di sejumlah wilayah sentra produksi.

“Gabahnya kita sudah melakukan pembelian 8.339 ton,” katanya, Senij, 21 september 2026.

Selain gabah, Bulog Jambi juga menargetkan pengadaan beras sekitar 1.200 ton. Hingga saat ini, realisasinya telah mencapai sekitar 750 ton atau sekitar 93 persen dari target. Penyerapan dilakukan antara lain di Tanjung Jabung Timur, Bungo, Batanghari dan beberapa wilayah lainnya.

Ahmad mengatakan pengadaan tersebut bertujuan memperkuat cadangan pangan pemerintah sekaligus memberikan kepastian harga kepada petani. Untuk 2026, harga pembelian yang disebutkan Bulog adalah Rp6.500 per kilogram untuk gabah dan Rp6.400 per kilogram untuk jagung. Bulog berharap target pengadaan beras dapat mencapai 100 persen pada akhir September atau Oktober.

Sementara itu, Distribusi menjadi salah satu tantangan utama dalam menjaga stabilitas pasokan beras di Provinsi Jambi. Pasalnya, sebagian besar kebutuhan beras Jambi masih dipasok dari daerah produsen di luar provinsi.

Dirinya mengatakan sebagian besar wilayah Jambi mendapatkan pasokan beras dari Lampung dan Sumatera Selatan. Sementara itu, sejumlah daerah seperti Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Kerinci dan Sungai Penuh memiliki produksi beras yang relatif mampu memenuhi kebutuhan wilayahnya.

“Supply-nya itu yang penting,” kata Ahmad.

Menurutnya, kelancaran transportasi menjadi faktor penting karena keterlambatan distribusi dari daerah produsen dapat berdampak terhadap ketersediaan stok di Jambi.

Ia menyebut antrean kendaraan pada jalur distribusi menjadi salah satu kendala yang dihadapi dalam pengiriman beras dari daerah produsen. Karena itu, menurut Ahmad, kelancaran distribusi menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Jambi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....