Harga Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Jambi Terpantau Landai
- 21 Sep 2026 13:17 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi - Harga tandan buah segar kelapa sawit di Provinsi Jambi kembali terpantau. Pada periode 18–24 September 2026, harga TBS pekebun mitra plasma untuk tanaman usia 10–20 tahun ditetapkan Rp3.914,66 per kilogram. Harga tersebut turun Rp36,02 per kilogram dibandingkan periode 11–17 September 2026 yang masih berada di level Rp3.950,68 per kilogram. Penurunan tidak hanya terjadi pada kelompok usia 10–20 tahun. Seluruh kelompok umur tanaman mengalami koreksi, dengan besaran penurunan berada di kisaran Rp26,54 hingga Rp36,02 per kilogram.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pekebun karena perubahan harga TBS secara langsung berkaitan dengan penerimaan dari hasil panen.
Berdasarkan penetapan harga periode 18–24 September 2026, kelompok tanaman usia 10–20 tahun masih mencatat harga TBS tertinggi, yakni Rp3.914,66 per kilogram. Setelah melewati usia 20 tahun, harga tidak bergerak sesuai usiaTanaman 21 tahun ditetapkan Rp3.853,42 per kilogram, usia 22 tahun Rp3.763,95 per kilogram, dan usia 23 tahun Rp3.726,85 per kilogram.
Daftar lengkap harga TBS pekebun mitra plasma provinsi Jambi ;
Usia tanam 3 tahun| Rp3.248,86 - 4 tahun| Rp3.432,00 - 5 tahun| Rp3.511,16 - 6 tahun| Rp3.606,85 - 7 tahun| Rp3.689,69, 8 tahun| Rp3.745,28 - 9 tahun| Rp3.831,47 - 10–20 tahun| Rp3.914,66. Usian 21 tahun| Rp3.853,42 - 22 tahun| Rp3.763,95, 23 tahun| Rp3.726,85 - 24 tahun| Rp3.689,40 - 25 tahun| Rp3.647,29.
Penetapan harga TBS tersebut turut dipengaruhi sejumlah indikator pembentuk harga. Rata-rata harga crude palm oil (CPO) pada periode tersebut tercatat Rp15.379,81 per kilogram. Sementara harga rata-rata inti sawit berada di angka Rp13.535,64 per kilogram.
Adapun indeks K ditetapkan sebesar 93,64 persen, dengan nilai cangkang Rp22,11 per kilogram. Indikator tersebut menjadi bagian dari komponen yang digunakan dalam penetapan harga TBS di tingkat pekebun. Koreksi harga juga terjadi pada TBS pekebun mitra swadaya di Provinsi Jambi pada periode yang sama.
Pergerakan harga TBS menjadi perhatian utama pekebun karena komoditas tersebut merupakan sumber pendapatan langsung dari aktivitas perkebunan sawit.
Dengan harga yang kembali terkoreksi pada periode 18–24 September 2026, perkembangan harga CPO, inti sawit dan indikator pembentuk harga lainnya akan menjadi faktor penting yang perlu dicermati pekebun pada periode selanjutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....