BPS Catat Provinsi Jambi Mengalami Inflasi 0,38 Persen
- 01 Sep 2026 17:13 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi - Pada Agustus 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Jambi sebesar 3,60 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,84. Inflasi tertinggi terjadi di Muara Bungo sebesar 4,10 persen dengan IHK sebesar 114,33 dan terendah terjadi di Kota Jambi sebesar 3,53 persen dengan IHK sebesar 111,61.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi Jambi Aidil Adha mengatakan Inflasi y-on-y di Provinsi Jambi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sepuluh indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 4,91 persen; kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga sebesar 2,94 persen; kelompok Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga sebesar 2,53 persen; kelompok Kesehatan sebesar 4,02 persen; kelompok Transportasi sebesar 5,05 persen; kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar 1,21 persen; kelompok Rekreasi, Olahraga, dan Budaya sebesar 1,02 persen; kelompok Pendidikan sebesar 1,30 persen; kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran sebesar 4,42 persen; dan kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa lainnyan sebesar 7,07 persen. Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok Pakaian dan Alas Kaki sebesar 4,25 persen.
Selanjutnya, Pada Agustus 2026, Provinsi Jambi mengalami inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,38 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) sebesar 2,12 persen.
Aidil mengatakan inflasi tersebut terutama dipengaruhi kenaikan harga daging ayam ras dan beras. Kenaikan harga terjadi karena pasokan yang relatif terbatas sementara permintaan meningkat.
“Pasokannya tidak terlalu banyak, sementara permintaan banyak, baik dari masyarakat maupun dari program MBG,” katanya.
Selain daging ayam ras dan beras, kenaikan harga bahan bakar juga turut memberikan tekanan terhadap inflasi bulanan Jambi. Jika dibandingkan dengan Agustus 2025, inflasi Jambi tercatat sebesar 3,60 persen. Secara tahunan, kenaikan tersebut juga dipengaruhi oleh meningkatnya harga daging ayam ras dan beras dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, harga bensin dan emas perhiasan turut menjadi komponen yang mendorong inflasi tahunan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....