Minim Curah Hujan, Warga Tanjabbar dan Sarolangun Wajib Waspada Kekurangan Air
- 31 Agt 2026 22:05 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Sultan Thaha Jambi mengeluarkan peringatan dini terkait ancaman kekeringan yang mengintai empat wilayah kabupaten di Provinsi Jambi selama periode musim kemarau tahun ini.
Kasi Data dan Informasi BMKG Sultan Thaha Jambi, Jaya Martua Sinaga, mengungkapkan bahwa minimnya curah hujan dalam beberapa dasarian terakhir telah memicu penurunan cadangan air tanah secara signifikan. Berdasarkan hasil pantauan dan pemodelan cuaca, wilayah yang berpotensi mengalami dampak kekeringan paling parah tersebar di sisi timur dan sebagian wilayah selatan Provinsi Jambi.
Adapun empat kabupaten yang kini menjadi fokus kewaspadaan utama BMKG meliputi Kabupaten Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), dan Sarolangun.
Jaya Martua Sinaga menjelaskan bahwa keempat daerah tersebut memiliki hamparan lahan gambut serta kawasan pertanian yang sangat rentan kehilangan tingkat kelembapan saat durasi hari tanpa hujan berlangsung semakin panjang.
"Keempat wilayah ini memiliki karakteristik hamparan lahan gambut dan kawasan pertanian yang sangat rentan kehilangan kelembapan ketika hari tanpa hujan semakin panjang. Kondisi ini yang membuat cadangan air tanah menurun drastis," ujar Jaya Martua Sinaga, Senin (31 Agustus 2026).
Lebih lanjut, pihak BMKG mengingatkan bahwa kondisi kekeringan hidrologis tersebut berbanding lurus dengan peningkatan suhu udara permukaan yang terasa menyengat akhir-akhir ini. Oleh karena itu, masyarakat di keempat kabupaten rawan tersebut secara khusus diminta untuk menghentikan seluruh aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar.
Kondisi semak belukar dan lahan gambut yang mengering secara ekstrem dikhawatirkan sangat sensitif terhadap titik api, sehingga mudah memicu eskalasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang nantinya akan sangat sulit untuk dikendalikan.
Sebagai langkah antisipasi krisis, masyarakat juga diimbau untuk lebih bijak dan hemat dalam menggunakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Warga diminta segera berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat apabila pasokan air di kawasan permukiman mulai menyusut atau mengering.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....