Muaro Jambi Dominasi Hotspot, Sarolangun Catat Karhutla Terluas

  • 31 Agt 2026 22:26 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Musim kemarau yang melanda Provinsi Jambi menyingkap sebuah fakta menarik terkait pola Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun ini. Terdapat perbedaan mencolok antara sebaran temuan titik panas (hotspot) tertinggi dengan luasan lahan yang benar-benar hangus terbakar.

Fakta tersebut terungkap saat Danrem 042/Garuda Putih, Brigjen TNI Nyamin, membeberkan rekapitulasi data dalam rapat koordinasi penanganan karhutla di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Senin, 31 Agustus 2026.

Berdasarkan pantauan satelit sejak 1 Januari hingga 29 Agustus 2026, Kabupaten Muaro Jambi menjadi wilayah yang paling banyak dikepung titik api, yakni mencapai 817 hotspot. Namun, dampak kerusakan lahan yang terparah justru tidak terjadi di sana.

"Kami lihat data, karhutla terbanyak di Kabupaten Sarolangun, kalau titik hotspot di Kabupaten Muaro Jambi," katanya saat memaparkan perbandingan data di hadapan peserta rakor.

Di Kabupaten Sarolangun, amukan si jago merah telah menghanguskan lahan hingga 473,64 hektare, menjadikannya daerah dengan dampak kerusakan fisik terbesar di provinsi ini.

"Luas lahan yang paling luas terbakar adalah di Kabupaten Sarolangun," katanya menegaskan.

Secara keseluruhan, Brigjen TNI Nyamin menyebutkan bahwa eskalasi ancaman api di Jambi memang sangat tinggi. Pantauan radar mendeteksi ribuan titik panas yang tersebar nyaris di seluruh kabupaten/kota.

"Total titik hotspot di wilayah Provinsi Jambi 5.102 titik hotspot," katanya.

Dari total 5.102 peringatan dini tersebut, ribuan hektare lahan gagal diselamatkan dan berujung menjadi abu.

"Luasan lahan terbakar dari Januari mencapai 1.776,56 hektare," kata Danrem merinci kerugian wilayah.

Selain Sarolangun, penyumbang terbesar luasan lahan terbakar didominasi oleh Kabupaten Batang Hari dengan 374,50 hektare, disusul Muaro Jambi (325 hektare), dan Tanjung Jabung Barat (292,30 hektare). Sementara sisa luasan lainnya tersebar di wilayah Tanjung Jabung Timur, Tebo, Bungo, hingga Merangin. Perbedaan mencolok antara sebaran titik panas dan luasan area terbakar ini kini menjadi bahan evaluasi untuk memetakan prioritas pemadaman di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....