Muara Bulian Terparah, Anak dan Lansia di Batang Hari Rentan ISPA

  • 31 Agt 2026 15:50 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Kepungan kabut asap imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Batang Hari memberikan ancaman serius bagi kelompok rentan. Sepanjang 24 hingga 29 Agustus 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat anak-anak, ibu hamil, dan lansia di atas 60 tahun mendominasi daftar 805 pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Kecamatan Muara Bulian kini menjadi titik paling rawan dengan angka penderita ISPA tertinggi. Wilayah ini menyumbang 172 kasus yang merupakan gabungan laporan dari Puskesmas Muara Bulian, Aro, dan Tenam. Menyusul di bawahnya adalah Kecamatan Batin XXIV dengan 161 kasus, serta Bajubang dengan 106 laporan gangguan pernapasan. Tingginya angka tersebut dipicu oleh tebalnya polusi udara yang membuat warga mengeluhkan batuk, pilek, asma, hingga sesak napas akut.

Pengelola Data ISPA Dinkes Batang Hari, Sri Rahayu, menegaskan bahwa pemantauan ketat terus dilakukan melalui sistem pelaporan digital yang terintegrasi di 20 fasilitas kesehatan agar tren kasus dapat dipantau setiap harinya.

"Kami menyebarkan Google Form ke 20 faskes sejak 24 Agustus untuk memantau data pasien terdampak krisis karhutla secara real-time. Hingga tanggal 29 Agustus pukul 14.00 WIB, tercatat akumulasi sebanyak 805 kasus ISPA yang masuk," kata Sri Rahayu, Senin, 31 Agustus 2026.

Meskipun wilayah Muara Bulian dan beberapa kecamatan lain mencatatkan angka tinggi, hingga puncaknya penambahan 180 kasus baru dalam sehari pada 28 Agustus lalu, Dinkes mengklaim situasi masih dalam batas kendali. Pergerakan tren kasus harian sejauh ini belum menunjukkan ledakan infeksi yang bersifat eksponensial.

"Secara data mingguan sejak 24 Agustus, tren kenaikannya belum terjadi secara signifikan melonjak tinggi. Grafiknya masih naik-turun atau fluktuatif di beberapa puskesmas hari ini ada yang naik, besoknya turun lagi. Data harian terus kami evaluasi dan perbarui setiap sore pukul 14.00 WIB," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....