Kabut Asap Bertahan Pembelajaran Jarak Jauh di Kota Jambi Diperpanjang
- 31 Agt 2026 15:32 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi - Pemerintah Kota Jambi memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau pembelajaran daring bagi siswa SMP di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti wilayah Kota Jambi.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Jambi, Zul Afni, mengatakan kebijakan tersebut diberlakukan sebagai langkah untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik. “Pemerintah Kota Jambi melalui surat edaran Wali Kota Nomor 24 memperpanjang pembelajaran jarak jauh atau daring,” ujar Zul Afni Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Jambi, Senin 31 Agustus 2026.

Menurutnya, kualitas udara di Kota Jambi masih fluktuatif. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) bahkan sempat berada di atas angka 200. “Kita mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik supaya tidak terpapar kabut asap yang secara kita lihat fluktuatif. Pagi-pagi ini ada sampai 200 lebih, ada 176, kadang naik kadang turun,” katanya.
Dengan kondisi tersebut, siswa diminta mengikuti pembelajaran dari rumah. Guru tetap memberikan materi dan tugas melalui berbagai platform pembelajaran daring, termasuk Zoom dan media komunikasi lainnya.

Zul Afni menegaskan, meski pembelajaran tatap muka dihentikan sementara, hak siswa untuk mendapatkan pendidikan tetap harus dipenuhi. “Walaupun situasi udara tidak sehat, hak belajar siswa tetap kita berikan,” tuturnya.
Dinas Pendidikan Kota Jambi juga melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan PJJ. Setiap sekolah diminta menyampaikan laporan pelaksanaan pembelajaran daring, termasuk bukti kegiatan kepada Dinas Pendidikan.

Selain itu, pengawas dan penilik diminta turun melakukan pemantauan ke sekolah untuk memastikan proses pembelajaran benar-benar berjalan. “Kita meminta pengawas-pengawas dan penilik untuk turun ke sekolah melihat prosesnya. Jangan sampai anak-anak kita di rumah tidak diberikan materi oleh guru di sekolah,” kata Zul Afni.
Ia menyebut pelaksanaan PJJ sejauh ini berjalan relatif lancar karena guru telah memiliki pengalaman melaksanakan pembelajaran daring, baik saat pandemi Covid-19 maupun ketika terjadi kabut asap sebelumnya.
Namun, keberhasilan pembelajaran dari rumah tidak hanya bergantung pada sekolah. Peran orang tua dinilai sangat penting untuk memastikan anak mengikuti pembelajaran dan tidak beraktivitas di luar rumah saat kualitas udara memburuk.

Ia menambahkan, kebijakan pembelajaran tatap muka selanjutnya akan menyesuaikan kondisi kualitas udara. Jika ISPU membaik dan kembali normal, pembelajaran tatap muka dapat kembali dibuka. Sebaliknya, jika kualitas udara masih tidak sehat atau kembali berada pada level tinggi, PJJ dapat kembali diperpanjang.
“Kita melihat dari pergerakan ISPU. Kalau kualitas udara membaik dan sudah kembali normal, kita akan buka pembelajaran tatap muka. Tapi kalau masih fluktuatif, terlebih di atas 200, kita utamakan keselamatan maka kita akan lanjutkan PJJ,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....