Puncak Kemarau Tiba, Hujan Diprediksi Baru Turun Akhir Oktober

  • 31 Agt 2026 15:25 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Warga Provinsi Jambi harus bersiap menghadapi puncak musim kemarau yang diprediksi masih akan mendera hingga dua bulan ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Sultan Thaha Jambi memprakirakan masa transisi menuju musim hujan baru akan terjadi pada akhir Oktober 2026.

Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Sultan Thaha Jambi, Jaya Martua Sinaga, memperingatkan bahwa minimnya intensitas hujan dalam waktu dekat akan memperburuk cadangan air tanah dan meningkatkan kerentanan ekologis.

"Berdasarkan pantauan dinamika atmosfer terkini, musim kemarau di wilayah Jambi diprakirakan masih akan terus berlangsung dan baru mulai memasuki masa transisi pada akhir Oktober mendatang," kata Jaya Martua Sinaga, Minggu, 30 Agustus 2026.

Mengingat panjangnya sisa durasi kemarau tahun ini, BMKG mendesak pemerintah daerah dan masyarakat untuk segera mengeksekusi langkah mitigasi darurat. Terdapat sejumlah fokus utama yang patut diwaspadai selama dua bulan ke depan:

Darurat Krisis Air: Sumur-sumur warga dan sumber air permukaan diprediksi akan semakin menyusut. Warga diimbau melakukan penghematan air secara ketat untuk kebutuhan domestik.

Ancaman Ekstrem Karhutla: Lahan gambut yang kehilangan kadar air akan menjadi sangat mudah terbakar. Api sekecil apa pun berpotensi memicu kebakaran hebat yang sulit dipadamkan.

Persiapan Dropping Air: BPBD dan instansi terkait harus mulai memetakan wilayah krisis dan rutin menyiagakan armada tangki air bersih untuk mendistribusikan bantuan ke pelosok desa.

"Kami mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk tidak lengah. Durasi kemarau yang panjang ini sangat rentan memicu krisis air bersih dan lonjakan titik panas atau hotspot di kawasan gambut. Hindari segala bentuk aktivitas pembakaran di ruang terbuka," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....