Kemarau Melanda, BMKG Jambi Minta Warga Antisipasi Kekeringan

  • 31 Agt 2026 16:07 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Memasuki puncak musim kemarau, ancaman kekeringan mulai mengintai sejumlah wilayah di Provinsi Jambi, termasuk kawasan perkotaan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Sultan Thaha Jambi secara khusus meminta masyarakat untuk mulai mengambil langkah antisipasi guna menghadapi potensi krisis air bersih dalam beberapa waktu ke depan.

Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Sultan Thaha Jambi, Jaya Martua Sinaga, menjelaskan bahwa intensitas curah hujan di wilayah Kota Jambi saat ini mengalami penurunan yang sangat drastis. Berkurangnya pasokan hujan ini otomatis akan berdampak langsung pada menyusutnya cadangan air tanah yang menjadi sumber utama kebutuhan harian warga.

"Kami mengimbau masyarakat untuk mulai bijak dan berhemat dalam menggunakan air bersih. Mengingat curah hujan yang sangat minim pada puncak kemarau ini, debit air di sumur-sumur warga tentu akan menyusut drastis," kata Jaya Martua Sinaga, Minggu, 30 Agustus 2026.

Langkah antisipasi dini dinilai sangat krusial agar masyarakat tidak panik ketika suplai air benar-benar menipis. Jaya menyarankan agar warga mulai menampung air dan memastikan tidak ada kebocoran pada instalasi pipa di rumah. Selain itu, pemerintah daerah melalui instansi terkait juga diharapkan sudah menyiapkan skema dropping air bersih ke kawasan-kawasan padat penduduk yang rawan kekeringan.

"Pemerintah daerah dan warga harus bersinergi. Langkah mitigasi seperti menyiapkan embung, tandon air, atau menyiagakan mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak harus disiapkan dari sekarang sebelum kekeringan memburuk," tuturnya.

Di samping ancaman krisis air bersih, Jaya juga mengingatkan bahwa kondisi lingkungan yang kering kerontang sangat rentan memicu titik api baru. Terlebih lagi, Kota Jambi saat ini sudah mulai terdampak kabut asap kiriman. Oleh karena itu, ia melarang keras segala bentuk aktivitas pembakaran, baik itu pembakaran sampah rumah tangga apalagi pembakaran lahan.

Masyarakat diminta untuk terus memperbarui informasi prakiraan cuaca dari saluran resmi BMKG agar dapat mempersiapkan diri menghadapi puncak musim kemarau tahun ini dengan lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....