Cegah Krisis Air, DPRD Jambi Minta RT hingga Camat Deteksi Dini
- 29 Agt 2026 08:23 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Ancaman kekeringan di musim kemarau menuntut Pemerintah Kota Jambi bergerak lebih agresif sebelum keran-keran pasokan air bersih warga benar-benar mengering. Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, mendesak seluruh aparatur pemerintah, khususnya di tingkat kecamatan, kelurahan, hingga Rukun Tetangga (RT), untuk segera melakukan pemetaan wilayah rawan krisis air sejak dini.
Ujung tombak pemerintahan di tingkat bawah ini dinilai memegang peranan krusial sebagai radar utama pendeteksi bencana. Aparatur di lapangan dituntut proaktif memantau kondisi sumur dan sumber air warganya alih-alih hanya berpangku tangan menunggu keluhan.
"Ini harus melibatkan semua pihak sampai ke tingkat RT. Jangan sampai ketika masyarakat sudah kesulitan mendapatkan air, baru kita bergerak," tutur Kemas Faried Jumat, 28 Agustus 2026.
Mitigasi Berbasis Data Lapangan
Langkah pemetaan sejak awal merupakan fondasi utama mitigasi bencana kekeringan. Faried menilai, informasi akurat dari para ketua RT akan mempercepat dan memastikan distribusi bantuan air bersih kelak tidak salah sasaran. Tanpa deteksi dini, penanganan krisis akan selalu tertinggal selangkah dan berpotensi memicu gejolak sosial di tengah masyarakat.
Selain kesiapan birokrasi, penyelesaian masalah hajat hidup ini mutlak membutuhkan gotong royong lintas sektor. Faried mengingatkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) memiliki keterbatasan, sehingga pelibatan dunia usaha bukan lagi sekadar opsi, melainkan keharusan.
"Ini memang membutuhkan perhatian dan dukungan semua pihak. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat, dunia usaha dan seluruh stakeholder harus bergerak bersama," katanya.
Sebagai langkah konkret, DPRD mendesak Pemkot Jambi mulai mendata perusahaan-perusahaan swasta yang memiliki armada mobil tangki air. Dengan menyinergikan data wilayah krisis dari para RT dan kesiapan armada dari sektor swasta, pasokan air bersih dapat langsung disuntikkan ke pelosok-pelosok daerah sesaat setelah status darurat kekeringan terdeteksi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....