Dinkes Jambi Siaga, Kabut Asap Karhutla Ancam Kelompok Rentan

  • 29 Agt 2026 08:25 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jambi menyiagakan seluruh fasilitas kesehatan menyusul ancaman serius kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit jantung serta paru-paru menjadi fokus utama perlindungan seiring memburuknya kualitas udara pada Jumat, 28 Agustus 2026.

"ISPA merupakan penyakit yang dapat terjadi sepanjang tahun. Namun, paparan asap dan kualitas udara yang buruk dapat memperburuk gangguan pernapasan, khususnya pada kelompok masyarakat rentan," kata Kabid P2P Dinkes Kota Jambi, dr. Rini Kartika.

Pihak Dinkes mengeluarkan peringatan keras agar masyarakat mengurangi mobilitas di luar rumah. Penggunaan masker kini menjadi kewajiban mutlak jika terpaksa beraktivitas di ruang terbuka guna menyaring partikel berbahaya. Alarm kewaspadaan ini dihidupkan menyusul rekam jejak penyebaran Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang mencapai titik kritis selama beberapa pekan terakhir.

Fakta Lonjakan Kasus ISPA Kota Jambi (Juni-Agustus 2026)

Rekor Tertinggi: Mencapai 2.250 kasus pada minggu ke-30, menjadi titik paling genting sepanjang musim kemarau tahun ini.

Tren Krisis: Angka pasien konsisten menembus batas 2.000 orang berturut-turut pada minggu ke-31 (2.017 kasus) dan minggu ke-32 (2.053 kasus).

Lonjakan Signifikan: Terdapat kenaikan 21,2 persen atau selisih 359 kasus jika membandingkan kondisi awal pemantauan di minggu ke-23 dengan minggu ke-32.

Ancaman Harian: Kasus baru masih mengintai setiap harinya, terbukti dari 501 warga yang jatuh sakit hanya dalam satu hari pada 26 Agustus.

Menghadapi situasi udara yang masih pekat akibat cuaca kering, seluruh puskesmas dan rumah sakit di Kota Jambi telah diinstruksikan untuk memprioritaskan penanganan pasien dengan keluhan pernapasan. Kesiapan stok obat-obatan medis serta kesadaran kolektif warga untuk melindungi diri menjadi kunci utama agar bencana kabut asap ini tidak semakin memperburuk kesehatan warga Jambi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....