Titik Panas di Jambi Melonjak: Agustus Capai 2.059, Hampir 4 Kali Lipat dari Juli

  • 24 Agt 2026 22:12 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi— Puncak musim kemarau pada Agustus 2026 mulai berdampak terhadap meningkatnya titik panas di Provinsi Jambi. BMKG mencatat sebanyak 2.059 titik panas terdeteksi sepanjang Agustus hingga 23 Agustus 2026.

Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Sultan Thaha Jambi, Jaya Martua Sinaga, mengatakan jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.

"Kalau kita rekap ini untuk titik panas, di tahun 2026 ini sudah kita rekap 4.064 titik panas. Bulan Agustus paling banyak, sudah 2.059. Lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya," kata Jaya Martua Sinaga, Senin, 24 Agustus 2026.

Ia menyebutkan, pada Juli jumlah titik panas masih berada di kisaran 500-an. Sementara pada Agustus, jumlahnya telah mencapai lebih dari 2.000 titik meski baru memasuki pekan keempat.

"Di Agustus ini baru 23 hari sudah 2.059 titik panas. Itu sudah hampir empat kali lipat dari bulan Juli," ujarnya.

Bahkan, pada 23 Agustus 2026 BMKG mencatat lonjakan titik panas dalam satu hari. Sebanyak 432 titik panas terdeteksi pada tanggal tersebut.

Menurut Jaya, tingginya jumlah titik panas tidak terlepas dari kondisi atmosfer yang mendukung terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Sepanjang Agustus, hujan juga sangat minim. Jaya menyebut hujan hanya terjadi pada 16 Agustus, sementara hari-hari lainnya lebih banyak didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan.

Kondisi tersebut membuat lapisan permukaan tanah menjadi semakin kering. Risiko kebakaran semakin tinggi karena disertai kelembapan udara yang rendah, suhu udara tinggi, dan angin yang cukup kencang.

"Kelembapan udara tidak sampai 80 persen, kemudian suhu udara yang tinggi bisa di atas 33 derajat Celsius. Kami juga pernah mengamati sampai 37 derajat Celsius. Kemudian kecepatan angin lebih dari 10 kilometer per jam," jelasnya.

Kombinasi kondisi tersebut, lanjut Jaya, sangat mendukung terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama pada kawasan yang vegetasinya sudah sangat kering.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama puncak musim kemarau, terutama dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api di kawasan hutan maupun lahan kering.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....