Karhutla Muncul di Sejumlah Daerah, Personel Manggala Agni Jambi juga BKO ke Sumsel

  • 12 Agt 2026 05:42 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Jambi. Selain penanganan kebakaran di Desa Persiapan Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, petugas Manggala Agni juga melakukan pemadaman di sejumlah daerah lainnya.

Koordinator Wilayah Manggala Agni Provinsi Jambi, Rinaldi, mengatakan laporan kebakaran juga diterima dari wilayah Batanghari, Kecamatan Mersam, serta sejumlah lokasi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

"Ada dari beberapa daerah juga melakukan upaya pemadaman. Di Batanghari, di Kecamatan Mersam, laporan yang saya lihat tadi, di Tanjung Jabung Timur ada di Rantau Rasau dan di Mendahara," ujar Rinaldi, Senin 10 Agustus 2026.

Kondisi tersebut membuat personel penanganan karhutla harus dibagi untuk melakukan pemadaman di beberapa lokasi. Bahkan, personel dari Provinsi Jambi juga diperbantukan ke wilayah Sumatera Selatan untuk membantu penanganan karhutla di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir (OI).

"Saat ini juga pasukan dari Provinsi Jambi BKO ke Sumatera Selatan, membantu pemadaman di Kabupaten OKI dan OI," katanya. Menurut Rinaldi, kondisi lahan yang masih kering menjadi perhatian serius karena dapat mempercepat penyebaran api, terlebih ketika angin bertiup kencang. Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar.

"Imbauan tetap kita waspada dan hati-hati dalam membuat api, jangan membuka lahan dengan cara membakar," tegasnya. Rinaldi juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan kejadian kebakaran.

"Laporkan segera jika ada kejadian, sehingga dengan respons cepat, api tidak sampai membesar dan upaya pemadaman lebih cepat bisa ditangani," katanya. Khusus kawasan gambut, ia mengingatkan pentingnya menjaga kondisi lahan tetap basah, termasuk mempertahankan tinggi muka air tanah. "Gambut merupakan salah satu potensi, tapi juga merupakan ancaman. Kita harus memastikan gambut tetap basah dan kita juga harus menjaga tinggi muka air tanah tetap tinggi," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....