Karhutla di Sungai Gelam Muaro Jambi Mulai Terkendali,Tim Fokus Pendinginan

  • 12 Agt 2026 05:38 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, mulai terkendali setelah proses pemadaman berlangsung selama lebih dari lima hari.

Tim gabungan kini tidak lagi memfokuskan penanganan pada pemadaman, melainkan melakukan pendinginan di sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap tipis. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jambi, Andre Eko Rinjani mengatakan secara keseluruhan api hampir seluruhnya berhasil dipadamkan. Namun, karakteristik lahan gambut membuat proses pendinginan tetap harus dilakukan secara menyeluruh.

“Secara keseluruhan itu hampir secara keseluruhan sudah berhasil dipadamkan. Tapi karena lahannya lahan gambut, kita harus melakukan pendinginan untuk memastikan betul api sudah padam,” ujar Andre Eko Rinjani, Selasa 11 Agustus 2026.

Penanganan karhutla melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Polisi Hutan, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta regu pemadam kebakaran dari sejumlah perusahaan di sekitar lokasi.

Beberapa perusahaan yang turut membantu penanganan di antaranya PT Sinarmas, PT RHAM, PT Persona, dan PT MKI. Selain mendukung proses pemadaman dan pendinginan, perusahaan juga membantu pembuatan sekat bakar menggunakan alat berat untuk mencegah api kembali meluas.

BPBD Provinsi Jambi juga mendirikan dapur umum dan pos kesehatan di sekitar lokasi kebakaran. Fasilitas tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan logistik sekaligus memantau kondisi kesehatan personel yang telah bertugas selama lebih dari lima hari.

Sementara itu, luas lahan yang terbakar masih dalam proses pengukuran ulang setelah tahapan pendinginan selesai. BPBD memperkirakan luas lahan yang terdampak mencapai lebih dari 50 hektare.

“Kalau kapasitas kita belum tahu. Setelah pendinginan nanti kita size up, kita ukur ulang lagi. Tapi informasinya lebih dari 50 hektare,” kata Andre.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....