Harga Sawit, Karet dan Kelapa dalam di Jambi Stabil

  • 07 Agt 2026 13:29 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi – Pemerintah Provinsi Jambi menyebut kondisi harga tiga komoditas unggulan sektor perkebunan, yakni kelapa sawit, karet, dan kelapa dalam, masih berada dalam kondisi yang baik sepanjang Januari hingga Juni 2026. Stabilnya harga komoditas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendorong kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jambi mengatakan, hingga saat ini sektor pertanian masih menjadi lapangan usaha utama masyarakat Jambi, dengan subsektor perkebunan sebagai penyumbang terbesar.

"Berdasarkan data Januari hingga Juni 2026, harga komoditas unggulan perkebunan di Provinsi Jambi menunjukkan perkembangan yang cukup baik," ujarnya saat memaparkan Laporan Perkembangan Komoditas Unggulan dan Inflasi Provinsi Jambi, Rabu , 5 agustus 2026.

Untuk komoditas kelapa sawit, rata-rata harga di tingkat provinsi tercatat berada pada kisaran Rp2.800 hingga Rp4.400 per kilogram. Angka tersebut merupakan hasil kompilasi data dari sejumlah kabupaten di Provinsi Jambi.

Sementara itu, harga karet juga menunjukkan tren positif. Di tingkat petani, harga berkisar antara Rp11.000 hingga Rp14.000 per kilogram, sedangkan di tingkat pedagang mencapai Rp12.700 hingga Rp15.200 per kilogram selama periode Januari–Juni 2026.

Adapun komoditas kelapa dalam yang produksinya didominasi Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur mencatat rata-rata harga Rp5.316 per kilogram di tingkat petani dan Rp6.427 per kilogram di tingkat pedagang.

Menurut Kepala Bappeda, kondisi harga yang relatif stabil tersebut diharapkan dapat terus dipertahankan agar memberikan manfaat lebih besar bagi petani serta berkontribusi terhadap peningkatan Nilai Tukar Petani di Provinsi Jambi.

Selain memaparkan perkembangan komoditas unggulan, Bappeda juga menyampaikan perkembangan inflasi daerah pada triwulan II 2026. Sejumlah komoditas pangan nonberas tercatat memberikan pengaruh signifikan terhadap laju inflasi, terutama selama April hingga Juni 2026.

Terdapat delapan komoditas utama yang mengalami fluktuasi harga. Pada periode April hingga Mei, kenaikan harga terjadi pada cabai merah, cabai merah keriting, dan cabai rawit hijau. Sementara pada periode Mei hingga Juni, kenaikan harga terjadi pada bawang putih, bawang merah, dan cabai rawit merah.

Di sisi lain, beberapa komoditas sempat mengalami penurunan harga atau memberikan andil terhadap deflasi, di antaranya cabai rawit, cabai merah keriting, cabai merah besar, serta daging ayam ras hingga Juni 2026.

Meski demikian, berdasarkan kondisi terkini, harga sejumlah komoditas tersebut mulai kembali meningkat. Peningkatan permintaan masyarakat, termasuk dampak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kenaikan harga.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Jambi menilai pengendalian harga sejumlah komoditas strategis perlu terus dilakukan. Komoditas yang menjadi perhatian utama meliputi bawang putih, cabai rawit merah, serta cabai merah besar dan cabai merah keriting agar tidak menjadi pemicu utama inflasi pada triwulan-triwulan mendatang.

Selanjutnya, Bappeda Provinsi Jambi akan memaparkan ringkasan laporan proyeksi neraca pangan Provinsi Jambi sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....