Depo Sampah Kota Jambi Mulai Direvitalisasi Jadi Pusat Daur Ulang

  • 06 Agt 2026 13:01 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi - Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mulai merevitalisasi sejumlah depo sampah untuk disiapkan sebagai Pusat Daur Ulang. Langkah ini dilakukan guna meningkatkan sistem pengelolaan sampah sekaligus mengurangi dampak lingkungan, terutama bau dan pencemaran akibat air lindi.

Kepala DLH Kota Jambi, Mahruzar, mengatakan saat ini depo sampah telah tersedia di beberapa wilayah, yakni Danau Teluk, Telanaipura, Sijenjang, dan Pasir Putih. Sementara itu, pembangunan depo di kawasan Angso Duo masih berlangsung. DLH juga menempatkan depo sementara di Pasar Talang Banjar hingga depo permanen di Sijenjang selesai dibangun.

"Saat ini seluruh depo sedang dilakukan revitalisasi untuk dijadikan pusat daur ulang ke depannya," ujar Kepala DLH kota Jambi Mahruzar, Selasa 4 Agustus 2026. Ia menjelaskan, revitalisasi dilakukan karena sebagian bangunan depo yang ada sudah tidak layak digunakan. Perbaikan tidak hanya sebatas pembangunan fisik, tetapi juga dirancang untuk mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.

Salah satu pembenahan yang dilakukan adalah pembangunan lantai depo dengan kemiringan tertentu agar air lindi dapat mengalir menuju septic tank yang telah disiapkan. Sistem tersebut diharapkan mampu mengurangi genangan air limbah sekaligus mencegah timbulnya bau yang selama ini identik dengan depo sampah.

"Bangunan lama sudah tidak layak lagi, sehingga kita bangun baru. Lantainya dibuat miring agar air lindi masuk ke septic tank, sehingga tidak menimbulkan bau," ujarnya.

Selain itu, depo yang telah direvitalisasi nantinya tidak hanya menjadi lokasi transit sampah. DLH akan menempatkan petugas untuk melakukan pemilahan sampah organik, anorganik, serta sampah yang memiliki nilai ekonomis sebelum diproses lebih lanjut.

Sampah organik akan diarahkan untuk diolah menjadi kompos, sedangkan sampah yang masih bernilai ekonomis akan dipilah untuk didaur ulang. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Talang Gulo.

Mahruzar memastikan kapasitas depo yang ada saat ini masih mampu menampung sampah dari RT yang telah menjalankan Operasional Pengelolaan Bersama Masyarakat (OPBM). Menurutnya, sistem pengangkutan dilakukan secara rutin pada pagi dan sore hari sehingga tidak terjadi penumpukan sampah di depo.

"Alhamdulillah masih bisa ter-cover. Pengangkutan dilakukan pagi dan sore hari, sehingga sampah tidak menumpuk seperti yang selama ini dibayangkan masyarakat," katanya.

Melalui revitalisasi depo menjadi pusat daur ulang, Pemerintah Kota Jambi berharap sistem pengelolaan sampah menjadi lebih modern, efisien, dan mendukung target pengurangan sampah menuju pengelolaan yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....