Wali Kota Jambi Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat dan Daur Ulang

  • 01 Agt 2026 15:54 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jambi untuk terus memperkuat sistem pengelolaan sampah yang modern, ramah lingkungan, dan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui penerapan Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) serta pembangunan pusat daur ulang di setiap kecamatan.

Maulana mengatakan, transformasi pengelolaan sampah yang sedang dijalankan tidak lagi hanya berorientasi pada pembuangan sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), tetapi dimulai dari pengurangan sampah sejak dari sumbernya, pemilahan, hingga pemanfaatan kembali menjadi produk yang bernilai ekonomi.

"Melalui OPBM, pengelolaan sampah tidak lagi hanya berorientasi pada pembuangan, tetapi juga pada pengurangan sampah sejak dari sumber, pemilahan, dan pemanfaatan kembali sehingga memiliki nilai ekonomi," ujar Maulana, Selasa 28 Juli 2026.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, hingga komunitas. Pemerintah Kota Jambi juga mengintegrasikan program tersebut dengan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, termasuk Program Kampung Bahagia.

Selain memperkuat peran masyarakat, Pemkot Jambi menggandeng pihak swasta untuk mengolah sampah yang telah dipilah menjadi produk bernilai ekonomi, seperti kompos dan briket. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA Talang Gulo sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Maulana mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengelolaan sampah, terutama peningkatan infrastruktur pendukung dan perubahan perilaku masyarakat agar lebih disiplin memilah sampah sejak dari rumah.

Untuk memperkuat sistem tersebut, Pemerintah Kota Jambi juga membangun pusat daur ulang (recycling center) di setiap kecamatan. Fasilitas ini akan menjadi tempat pengolahan sampah yang masih memiliki nilai guna, sedangkan sampah residu akan diproses lebih lanjut di TPA Talang Gulo.

"Target kami adalah membangun tata kelola persampahan yang modern, efisien, dan berkelanjutan. Dengan OPBM dan pusat daur ulang di setiap kecamatan, volume sampah yang dibuang ke TPA dapat terus ditekan, lingkungan menjadi lebih bersih, dan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dari pengelolaan sampah," tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....