Musim Kemarau Mencapai Puncak Warga Batang Hari Dilarang Bakar Lahan

  • 31 Jul 2026 07:34 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang Hari mewanti-wanti masyarakat agar tidak lagi membuka lahan pertanian atau perkebunan dengan cara membakar. Imbauan tegas ini disampaikan seiring masuknya wilayah Batang Hari ke periode puncak musim kemarau.

Untuk meningkatkan kewaspadaan warga, BPBD gencar menggelar Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai bahaya serta langkah mitigasi kebencanaan di lingkungan masing-masing.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang Hari, Sholihin, menyampaikan bahwa dua ancaman bencana yang paling mendominasi di wilayahnya adalah banjir saat musim hujan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) ketika kemarau.

"Kegiatan KIE ini bertujuan menginformasikan dan mengedukasi masyarakat terkait potensi bencana serta langkah-langkah mitigasi penanggulangannya," ujar Sholihin, Kamis, 30 Juni 2026.

Merujuk pada data dan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), periode kemarau tahun ini membentang sejak Juni hingga September. Saat ini, kondisi cuaca kering telah sampai pada titik tertingginya.

"Puncaknya diperkirakan terjadi pada Juli dan Agustus. Saat ini kita sudah memasuki masa puncak dan kondisi kemarau ini berpotensi berlangsung lebih lama," jelasnya.

Sholihin mengungkapkan, fakta di lapangan menunjukkan bahwa mayoritas titik api yang ditemukan berawal dari aktivitas pembersihan atau pembukaan lahan dengan menggunakan api. Mengingat vegetasi dan tanah yang sangat kering, pembakaran kecil sekalipun bisa cepat meluas dan memicu karhutla hebat.

Oleh sebab itu, BPBD meminta kesadaran penuh dari seluruh lapisan warga untuk menghentikan praktik berbahaya tersebut demi menjaga ketenteraman dan kualitas udara daerah.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya di Kabupaten Batang Hari, agar tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar," tegas Sholihin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....