Batang Hari Bidik Tiga Kali Tanam Padi Setahun

  • 30 Jul 2026 21:36 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi - Kabupaten Batang Hari terus mendorong peningkatan produktivitas tanaman padi dengan menargetkan peningkatan indeks pertanaman hingga dua bahkan tiga kali tanam dalam setahun. Upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat produksi pangan daerah sekaligus menjaga peran Batang Hari sebagai salah satu penyangga pangan di Provinsi Jambi.

Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kabupaten Batang Hari, Irfan Adesra, menyebutkan, peningkatan indeks pertanaman menjadi salah satu fokus pendampingan penyuluh kepada petani.

"Kami terus mendorong agar petani dapat meningkatkan produktivitas. Kalau memungkinkan, dalam satu tahun bisa dilakukan penanaman dua hingga tiga kali,"ujarnya, Kamis 30 Juli 2026.

Menurut Irfan, pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah membagi musim tanam padi dalam tiga periode, yakni MT I, MT II, dan MT III. Masing-masing musim tanam berlangsung sekitar empat bulan dan menjadi acuan bagi petani dalam mengatur kegiatan budidaya.

"MT I biasanya November, Desember, Januari sampai Februari. MT II pada April, Mei, Juni. Kemudian MT III mulai Juli sampai sekitar Oktober," jelasnya.

Namun, ia mengakui target peningkatan frekuensi tanam menghadapi tantangan akibat perubahan pola cuaca. Curah hujan yang tinggi menyebabkan sebagian jadwal tanam mengalami pergeseran sehingga petani harus menyesuaikan waktu pengolahan lahan dan penanaman.

"Ketika curah hujan tinggi, penanaman bisa mundur. Padahal kami mengejar indeks pertanaman agar petani bisa memanfaatkan lahan secara maksimal," ujarnya.

Untuk mendukung target tersebut, berbagai bantuan dari Kementerian Pertanian terus diberikan kepada petani, mulai dari benih, pengolahan lahan, alat dan mesin pertanian, hingga sarana pendukung panen dan pascapanen.

Selain itu, penyuluh juga mendorong penyediaan infrastruktur air, terutama bagi wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Bantuan seperti pompa air, embung, dam parit, long storage, dan sumur bor diharapkan dapat menjaga ketersediaan air saat musim kemarau.

Menurut Irfan, air menjadi faktor utama dalam keberhasilan peningkatan indeks pertanaman. Dengan ketersediaan air yang cukup, petani memiliki peluang lebih besar untuk melakukan penanaman sesuai jadwal.

"Air itu kuncinya. Kalau air tersedia, kegiatan pertanian dapat berjalan dengan baik dan target tanam bisa tercapai," katanya.

Selain dukungan sarana produksi, penyuluh juga melakukan pendampingan melalui penerapan teknologi pertanian, pemanfaatan informasi cuaca, serta penyesuaian kalender tanam agar kegiatan budidaya lebih efektif.

Irfan berharap sinergi antara petani, penyuluh, pemerintah daerah, BMKG, dan Kementerian Pertanian terus diperkuat sehingga produktivitas padi Batang Hari dapat meningkat.

"Batang Hari memiliki potensi besar menjadi daerah penyangga pangan di Provinsi Jambi. Karena itu produktivitas harus terus ditingkatkan dengan dukungan teknologi dan kolaborasi semua pihak," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....