Balai Pelestarian Kebudayaan Jambi Apresiasi Prabu Sedafi 2026

  • 26 Jul 2026 15:40 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi - Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah V Jambi memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Parade Budaya Seni dan Filem (Prabu Sedafi) 2026 yang digelar Rumah Kreatif Tempoa Jambi. Kegiatan yang menghadirkan berbagai unsur seni, budaya, edukasi, hingga sejarah perfilman ini dinilai menjadi upaya nyata dalam melestarikan sekaligus memperkenalkan warisan budaya kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BPK Wilayah V Jambi, Yanto HM Manurung, saat menutup rangkaian Prabu Sedafi 2026 pada Sabtu malam. Menurutnya, penyelenggaraan festival tersebut tidak hanya menjadi ruang kreativitas bagi para seniman dan pegiat budaya.

“ gelaran ini juga menjadi media edukasi yang memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian sejarah perfilman di Jambi,” ungkapnya Sabtu 25 Juli 2026.

Dalam kesempatan itu, Yanto mengungkapkan bahwa BPK Jambi akan menindaklanjuti proses penetapan dokumen Museum Film Jambi sebagai cagar budaya. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan perlindungan terhadap koleksi dan dokumentasi sejarah perfilman yang dimiliki museum.

‘ Hal ini sekaligus memperkuat posisinya sebagai bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai penting bagi daerah maupun nasional,” tuturnya.

Prabu Sedafi 2026 menghadirkan beragam kegiatan menarik, mulai dari edukasi budaya, penampilan seni dari penyandang disabilitas berprestasi asal Jambi, pameran sejarah film, hingga bazar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Rangkaian kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara komunitas seni, pelaku budaya, dan masyarakat dalam menghidupkan ekosistem kebudayaan yang inklusif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Pengelola Museum Tempoa Jambi, Rachmadi Ansari, menjelaskan bahwa pengunjung dapat menelusuri perjalanan sejarah perfilman melalui ribuan koleksi poster film klasik serta berbagai peralatan yang pernah digunakan dalam proses produksi film. Ia juga mengajak masyarakat untuk mengunjungi Museum Film Tempoa Jambi yang dikenal sebagai satu-satunya museum film di Asia Tenggara, sehingga dapat menjadi destinasi edukasi sekaligus sarana mengenal perkembangan dunia perfilman dari masa ke masa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....