Dinas TPHP Batanghari Cek Sumber Air,Antisipasi Potensi Kekeringan oleh Kemarau

  • 22 Jul 2026 16:42 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi-Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Batanghari mencatat sekitar 1.800 hektare lahan sawah berpotensi terdampak kekeringan akibat musim kemarau tahun 2026. Potensi kekeringan tersebut tersebar di tujuh kecamatan dengan tingkat kerawanan yang berbeda-beda.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Batanghari, Farizal mengatakan, potensi kekeringan tersebut terdeteksi setelah pihaknya melakukan pendataan dan pengambilan sampel di sejumlah wilayah.

“Kemarin kita sudah ambil sampel, potensi kekeringan itu sekitar 1.800 hektare. Itu tersebar di tujuh kecamatan. Namun sifatnya variatif, ada yang potensi kekeringannya hanya 10 hektare, bahkan ada yang hanya 2 hektare,” ujar Farizal,Rabu, 22 Juli 2026.

Ia menyebut, sejumlah wilayah yang masuk dalam pemetaan rawan kekeringan di antaranya Kecamatan Batin XXIV, Maro Sebo Ilir, dan beberapa wilayah lainnya.

Mengantisipasi dampak musim kemarau yang diprediksi masih berlangsung hingga puncaknya pada Agustus mendatang, pemerintah daerah melakukan pengecekan terhadap ketersediaan sumber air bagi lahan pertanian.

Menurut Farizal, sumber air seperti irigasi tersier, sumur bor, hingga irigasi perpompaan menjadi salah satu upaya untuk menjaga produktivitas pertanian.

“Yang pertama kita lakukan adalah pengecekan terhadap sumber air, baik melalui irigasi tersier maupun irigasi perpompaan dan sumur bor. Sampai saat ini belum ada laporan dari kelompok tani terkait kesulitan mendapatkan sumber air,” jelasnya.

Ia juga mengimbau petani untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas sumber air yang tersedia secara maksimal agar tanaman tetap mendapatkan pasokan air selama musim kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....