Pacu Irigasi Batanghari Petakan 1.883 Hektare Sawah Rawan Kekeringan

  • 05 Agt 2026 11:59 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi– Pemerintah Kabupaten Batanghari memetakan sebanyak 1.883 hektare lahan sawah yang berpotensi terdampak kekeringan selama musim kemarau 2026. Pemetaan dilakukan sebagai dasar penyusunan langkah antisipasi agar produksi padi tetap terjaga.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Batanghari, Farizal, mengatakan luas lahan yang berpotensi terdampak merupakan bagian dari total luas tanam hampir 7.000 hektare pada tahun ini.

"Kami sudah memetakan potensi lahan sawah yang rawan terdampak kekeringan tahun 2026. Dari luas tanam hampir 7.000 hektare, terdapat sekitar 1.883 hektare yang berpotensi mengalami kekeringan," katanya,Senin 3 Agustus 2026.

Farizal menjelaskan Kabupaten Batanghari memiliki luas baku sawah sekitar 8.256 hektare, termasuk tambahan cetak sawah baru seluas 592 hektare pada 2025. Namun, sebagian besar areal tersebut masih berupa sawah tadah hujan.

"Dari delapan kecamatan, tujuh kecamatan didominasi sawah tadah hujan sehingga sangat bergantung pada curah hujan," ujarnya.

Untuk mengurangi risiko kekeringan, pemerintah daerah mengoptimalkan berbagai sarana pendukung seperti irigasi perpompaan, sumur bor, dan jaringan irigasi yang telah tersedia.

"Kami memaksimalkan seluruh sarana yang sudah tersedia agar air dari Sungai Batanghari dapat dialirkan ke lahan pertanian," katanya.

Pemerintah berharap optimalisasi infrastruktur irigasi dapat menjaga ketersediaan air selama musim kemarau sehingga produktivitas pertanian tetap terpelihara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....