Buka Lahan dengan Membakar, Puluhan Hektare di Batang Hari Hangus

  • 03 Jul 2026 09:57 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar kembali menjadi biang kerok bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Batang Hari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batanghari melaporkan, puluhan hektare perkebunan milik warga hangus dilalap si jago merah sepanjang bulan Juni lalu.

Untuk mencegah dampak kebakaran meluas, tim BPBD terus bersiaga memantau pergerakan titik panas (hotspot) dan titik api (firespot) yang tersebar di sejumlah kecamatan rawan.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Batang Hari, Asriyal, mengungkapkan bahwa berdasarkan data pemantauan paling mutakhir, sebaran titik panas dan titik api di wilayahnya kini telah mencapai puluhan titik.

"Baik, sementara untuk titik api itu 29 dan titik panas 62," ujar Asriyal pada, Kamis, 2 Juli 2026.

Asriyal menjelaskan, akumulasi dari seluruh rentetan peristiwa kebakaran yang terjadi selama periode ini telah menghanguskan area yang cukup luas.

"Sementara untuk total luas yang terbakar itu 36,84 hektare," jelasnya.

Dari hasil evaluasi di lapangan, mayoritas kebakaran melanda kawasan Area Penggunaan Lain (APL). Insiden ini dipicu oleh aktivitas warga yang sengaja membersihkan lahan untuk perkebunan dengan metode membakar.

"Dengan jumlah titik panas 62 dan titik api 29 yang terjadi di lahan APL, alih fungsi lahan ya dari kebun dengan cara membakar. Nah, itu di tiga kecamatan," paparnya.

Pihak BPBD kemudian merinci sebaran lokasi karhutla tersebut. Kasus pertama terjadi di Kecamatan Muara Bulian, tepatnya melanda kawasan Simpang Terusan pada pertengahan Juni.

"Untuk Kecamatan Muara Bulian pada tanggal 17 Juni 2026, lokasi Simpang Terusan dengan luas 0,25 hektare lebih kurang," sebut Asriyal.

Tak berselang lama, insiden serupa juga dilaporkan melanda wilayah Kecamatan Mersam, dengan luasan lahan terdampak yang jauh lebih besar.

"Dan Kecamatan Mersam pada tanggal 21 Juni 2026 di titik Kelurahan Kembang Paseban dengan luas lahan 1 hektare kurang lebih," tambahnya.

Menjelang akhir bulan, amukan api akibat alih fungsi lahan kembali terdeteksi. Kali ini giliran wilayah Kecamatan Muara Tembesi yang ikut membara.

"Terus selanjutnya pada tanggal 28 Juni 2026 di Kecamatan Muara Tembesi, Desa Pelayangan dengan luas lahan 0,295 hektare lebih kurang. Itu sementara sampai saat ini yang terjadi kebakaran pada alih fungsi lahan di Kabupaten Batang Hari," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....