Status Siaga Karhutla Mulai April s.d November 2026

  • 08 Jul 2026 13:06 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi-Pemerintah Provinsi Jambi menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang berlaku mulai April hingga November 2026. Penetapan status tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jambi, Andre Eko Rinjani, mengatakan penetapan status siaga darurat menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mengoptimalkan koordinasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla.

"Status Siaga Darurat Karhutla telah ditetapkan sejak April dan berlaku hingga November 2026. Dengan status ini, seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla dapat bergerak lebih cepat dan terkoordinasi dalam upaya pencegahan maupun penanganan apabila terjadi kebakaran," ujarnya, Rabu , 8 Juli 2026.

Usai penetapan status siaga, BPBD Provinsi Jambi bersama TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah kabupaten dan kota, serta instansi terkait langsung memperkuat langkah antisipasi melalui patroli terpadu, sosialisasi kepada masyarakat, dan pembentukan posko siaga di wilayah rawan.

Pemerintah Provinsi Jambi juga memperoleh dukungan operasi udara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), berupa helikopter patroli, pesawat patroli, dan helikopter water bombing untuk memperkuat penanganan apabila terjadi kebakaran berskala besar.

Andre menegaskan, meskipun seluruh sumber daya telah disiapkan, langkah pencegahan tetap menjadi prioritas utama. BPBD terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena masih menjadi salah satu penyebab utama terjadinya karhutla.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga wilayah Jambi dari ancaman karhutla. Jangan membuka lahan dengan cara membakar, karena dampaknya sangat besar, baik terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, maupun aktivitas perekonomian. Pencegahan adalah langkah yang paling efektif," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....