BMKG Jambi Gelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan 2026 di Tanjabtim
- 26 Jun 2026 18:46 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi - Dalam memberikan pemahaman terhadap keamanan aktivitas masyarakat perairan seperti bagi para nelayan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika BMKG Jambi melaksankan kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan tahun 2026, yang berlangung di aula Bapeda Kabupaten Tanjung Jabung Timur Kamis 25 Juni 2026.
Serta hadir Anggota komisi V DPR RI Dapil Jambi yang diwakili Tenaga Ahli Faizal, S.E, Ibnu Sulistyono, S.E., M.A.P Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi, Yuli Kartiningsih, M.Si Ketua Tim Kerja Manajemen Operasi dan Kerjasama Dalam dan Luar Negeri Meteorologi Maritim BMKG Pusat, Kepala Dinas Perikanan Tanjung Jabung Timur, Kepala KSOP Kelas IV Tanjung Jabung Timur, Kepala Dinas Perhubungan Tanjung Jabung Timur, Kepala Unit Siaga SAR Nipah Panjang serta para peserta Sekolah Lapang Cuaca Nelayan.
Sekolah Lapang Cuaca Nelayan dan di buka wakil bupati Tanjabtim H. Muslimin Tanja. Dan mengapresiasi atas pelaksanaan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan sebagai bentuk peningkatan kapasitas masyarakat pesisir khususnya di Kabupaten tanjung Jabung Timur.
Selaku Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi, Ibnu Sulistiyono menyampaikan laporan penyelenggaraan kegiatan serta apresiasi dan dukungan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur terhadap penyelenggaraan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan Tahun 2026 berdampak pada keselamatan bagi masyarakat khususnya nelayan.
“ dengan harapan adanya Sekolah Lapang Cuaca Nelayan dapat memberikan manfaat bagi peningkatan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat nelayan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur,” ungkapnya.
Sementara Tenaga Ahli Anggota Komisi V DPR RI Dapil Jambi, Faizal, S.E menyampaikan kegiatan SLCN diharapkan memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara BMKG, pemerintah daerah, penyuluh, kelompok nelayan, dan masyarakat pesisir. “ Hal ini bentuk sinergi berbagai pihak anatara BMKG , pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam meningkatkan keamanan untuk kapasitas eknomi dan kesejahteraan Masyarakat pesisir,” tuturnya.
Selain itu Ketua Tim Kerja Manajemen Operasi dan Kerjasama Dalam dan Luar Negeri Meteorologi Maritim BMKG, Yuli Kartiningsih, dalam arahannya menjelaskan BMKG menyelenggarakan SLCN sebagai ruang belajar bersama untuk mendekatkan informasi. cuaca kepada nelayan dan masyarakat pesisir. SLCN tidak hanya menjadi kegiatan pelatihan, tetapi juga sarana berbagi pengalaman dan memperkuat budaya sadar cuaca.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....