Makna dan Hakikat Tahun Baru Islam dalam Pandangan Islam

  • 15 Jun 2026 10:56 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Tahun baru Islam sebagai momentum muhasabah (evaluasi diri) Pergantian tahun bukan sekadar perayaan, tetapi kesempatan untuk menilai amal, memperbaiki kesalahan, dan merencanakan kebaikan di masa depan. Dalam Islam, pergantian waktu dipandang sebagai tanda berjalannya usia manusia dan kesempatan untuk mengambil pelajaran.

Kesadaran bahwa umur terus berkurang

Setiap pergantian tahun mengingatkan bahwa waktu yang diberikan Allah semakin sedikit. Karena itu, seorang Muslim dianjurkan memanfaatkan waktu untuk amal saleh dan meningkatkan kualitas ibadah.

Hijrah menuju kehidupan yang lebih baik

Hakikat tahun baru dalam Islam sering dikaitkan dengan semangat hijrah, yaitu berpindah dari kebiasaan buruk menuju perilaku yang lebih baik, baik dalam hubungan dengan Allah maupun sesama manusia.

Memperbanyak syukur dan ibadah

Tahun baru Islam menjadi waktu yang tepat untuk bersyukur atas nikmat yang telah diberikan serta memperbanyak doa, zikir, dan amal kebaikan.

Menghindari perayaan yang mengandung kemaksiatan

Dalam berbagai pandangan ulama, kegiatan tahun baru hendaknya tidak diisi dengan perilaku yang bertentangan dengan ajaran Islam, melainkan dengan aktivitas yang bermanfaat dan mendekatkan diri kepada Allah.

Dalam pandangan Islam, makna dan hakikat tahun baru bukan terletak pada kemeriahan perayaannya, melainkan pada muhasabah, rasa syukur, perbaikan diri, dan komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik daripada tahun sebelumnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....