Pemprov Jambi Ajukan Bantuan Helikopter Water Bombing ke BNPB

  • 04 Jun 2026 12:55 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi - Pemerintah Provinsi Jambi mengajukan bantuan helikopter patroli dan helikopter water bombing kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI guna memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau 2026. Dukungan sarana udara tersebut dinilai sangat penting untuk meningkatkan kecepatan deteksi dini sekaligus mempercepat proses pemadaman apabila terjadi kebakaran di sejumlah wilayah rawan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jambi, Andre Eko Rinjani, mengatakan usulan bantuan tersebut telah disampaikan kepada pemerintah pusat dan saat ini pihaknya masih menunggu realisasi penempatan armada di Jambi. Menurutnya, kesiapan dukungan udara menjadi salah satu kebutuhan utama dalam menghadapi ancaman karhutla yang berpotensi meningkat pada musim kemarau tahun ini.

“Kita sudah mengajukan dukungan dua helikopter patroli dan dua helikopter water bombing,” ujar Andre, Kamis 4 Juni 2026. Helikopter patroli nantinya akan digunakan untuk pemantauan dan pendeteksian titik panas (hotspot), sedangkan helikopter water bombing disiapkan untuk membantu pemadaman kebakaran dari udara pada lokasi yang sulit dijangkau tim darat.

Andre menjelaskan, keberadaan armada udara sangat krusial terutama untuk menangani kebakaran di kawasan lahan gambut. Karakteristik gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan membuat penanganan dari udara menjadi salah satu metode paling efektif untuk mencegah meluasnya kebakaran dan dampak asap yang ditimbulkan.

Ia menambahkan, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau di wilayah Jambi diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus 2026. Karena itu, seluruh unsur penanggulangan bencana diminta meningkatkan kesiapsiagaan sejak sekarang agar dapat merespons secara cepat apabila terjadi peningkatan titik panas maupun kebakaran lahan.

“Kita tidak boleh lengah meskipun hotspot di Jambi masih relatif terkendali,” tegasnya. Selain menunggu bantuan helikopter dari BNPB, BPBD Provinsi Jambi bersama instansi terkait terus mengintensifkan patroli lapangan, sosialisasi pencegahan karhutla, serta pelaksanaan operasi modifikasi cuaca sebagai langkah antisipatif untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau berlangsung.

Selain menunggu bantuan udara, BPBD Jambi juga terus melakukan patroli dan operasi modifikasi cuaca untuk menekan potensi karhutla.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....