Pasar Kerja Jambi : Formal Susut Pekerja Paruh Waktu Melonjak

  • 07 Agt 2026 11:34 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi - Kenaikan angka pengangguran di Provinsi Jambi sebesar 2,9 ribu orang dalam tiga bulan terakhir menyimpan alarm serius bagi stabilitas ekonomi daerah. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat bahwa persoalan utama pasar kerja saat ini bukan sekadar jumlah lapangan kerja, melainkan penurunan kualitas pekerjaan yang kian mengkhawatirkan.

Data BPS per Mei 2026 merekam proporsi pekerja di sektor formal merosot tajam menjadi 44,16 persen, atau terpangkas 3,62 poin persentase dibanding Februari 2026. Sebaliknya, persentase pekerja paruh waktu justru melonjak drastis hingga 17,82 poin persentase.

Kondisi ini mengindikasikan banyak angkatan kerja yang terserap ke dalam pekerjaan serabutan dengan jam kerja terbatas dan tanpa jaminan sosial.

"Kondisi tersebut menunjukkan tambahan lapangan kerja yang tercipta masih didominasi pekerjaan dengan jam kerja terbatas dan belum sepenuhnya memberikan kepastian kerja," ujar Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, Kamis, 6 Agustus 2026.

Meskipun Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) naik dari 3,98 persen menjadi 4,10 persen (total 77,55 ribu orang) sebagian besar didorong faktor musiman selesainya momen Ramadan, tergerusnya sektor formal menunjukkan tantangan struktural yang lebih mendasar.

Ancaman ini kian nyata seiring diwaspadainya perlambatan pada sektor pertambangan batu bara yang selama ini menjadi salah satu penopang utama ekonomi Bumi Sepucuk Jambi Lurah.

Sektor Pertanian memang masih menyerap tambahan 9,3 ribu tenaga kerja, namun daya tampung sektor primer ini mayoritas bersifat informal dan rentan terhadap fluktuasi harga komoditas.

Pemerintah Provinsi Jambi menilai kerentanan struktur ketenagakerjaan ini sebagai sinyal penting untuk segera membenahi iklim investasi dan efektivitas belanja daerah.

"Memang tingkat pengangguran terbuka mengalami peningkatan. Artinya masih ada beberapa indikator yang harus dievaluasi sehingga bisa diketahui apa penyebabnya," kata Asisten Gubernur Jambi Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Agus Sunaryo.

Agus menambahkan, Pemprov Jambi bakal memperkuat sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas dan berkelanjutan, bukan sekadar penyerapan tenaga kerja jangka pendek.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....