Taman Rajo Dipilih Jadi Lokasi Gudang Baru Bulog di Muaro Jambi

  • 02 Jun 2026 22:54 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Kecamatan Taman Rajo ditetapkan sebagai lokasi strategis pembangunan gudang pangan baru milik Perum Bulog di wilayah Kabupaten Muaro Jambi. Pemilihan kawasan pesisir ini dinilai sangat potensial karena posisinya yang dekat dengan jalur distribusi sungai dan sentra pertanian, sehingga mempermudah mobilisasi logistik pangan di daerah tersebut.

Di atas lahan hibah seluas satu hektare yang disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, Perum Bulog bakal mendirikan fasilitas pergudangan modern berkapasitas 1.000 ton. Gudang ini tidak hanya akan memperkuat ketahanan pangan wilayah pinggiran, tetapi juga diproyeksikan sebagai pusat penampungan utama hasil bumi pascapanen milik petani lokal.

Pimpinan Wilayah Bulog Kanwil Jambi, Wiwin Indratno, membenarkan bahwa Kecamatan Taman Rajo masuk dalam cetak biru ekspansi lumbung pangan baru, bersama dengan empat kabupaten strategis lainnya di Provinsi Jambi.

"Gudang yang dirancang ini nantinya memiliki kapasitas rata-rata 1.000 ton. Untuk mendukung fasilitas tersebut, masing-masing pemerintah daerah menyiapkan lahan hibah seluas sekitar 2,5 hektare," ujar Wiwin Indratno, Selasa, 2 Juni 2026.

Strategi Amankan Hasil Panen Petani Muaro Jambi

Pembangunan fisik gudang di Taman Rajo ini membawa misi besar untuk melindungi para petani dari permainan harga tengkulak saat panen raya tiba. Selain menampung beras komersial dan cadangan beras pemerintah (CBP), gudang baru ini dikonsepkan serbaguna untuk menyimpan berbagai komoditas pangan lokal lainnya.

Dengan beroperasinya gudang di titik strategis ini, Bulog Jambi memastikan proses penyerapan gabah atau hasil pertanian dari sawah-sawah di Muaro Jambi bisa langsung dialokasikan ke gudang terdekat.

Langkah taktis mendekatkan infrastruktur logistik ke sentra produksi ini diklaim ampuh menekan biaya angkut yang tinggi, menjaga stabilitas pasokan di pasar tradisional, sekaligus mempercepat intervensi pasar jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan harga.

"Fasilitas baru tersebut tidak hanya diproyeksikan sebagai tempat penyimpanan beras komersial dan cadangan pemerintah, tetapi juga akan berfungsi sebagai pusat penampungan berbagai komoditas pangan pascapanen milik petani setempat," pungkas Wiwin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....