Kasus TBC Jambi Masih Tinggi, Waspada Penularan Penyakit

  • 31 Mei 2026 23:31 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Penyakit Tuberkulosis (TBC) hingga kini masih menjadi salah satu tantangan besar bagi dunia kesehatan di Provinsi Jambi. Sebagai penyakit menular yang menyerang saluran pernapasan, penanganan TBC memerlukan sistem kelola yang kuat serta partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat agar mata rantai penyebarannya bisa diputus secara total.

Guna membangun ketahanan kesehatan yang berkelanjutan, Asosiasi Dinas Kesehatan (ADINKES) Wilayah Jambi terus mengoptimalkan pelacakan dan pendampingan pasien di lapangan. Kunci utama dari eliminasi TBC ini bukan lagi sekadar menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan, melainkan bergerak aktif mencari kasus yang tersembunyi di tengah komunitas.

Koordinator Program RSSH (Resilient and Sustainable Systems for Health) ADINKES Jambi, Didik Sunaryadi, mengungkapkan bahwa penguatan sistem kesehatan di tingkat tapak menjadi fokus utama dalam mendeteksi penderita TBC secara dini.

"Melalui program RSSH ini, kami fokus memperkuat ketahanan sistem kesehatan di Jambi, terutama dalam menggerakkan kader komunitas untuk melakukan investigasi kontak. Kita tidak bisa pasif. Target kita adalah menemukan penderita TBC sedini mungkin, memberikan pengobatan yang tepat, dan memastikan mereka patuh minum obat sampai sembuh," ujar Didik Sunaryadi, Minggu, 31 Mei 2026.

Kenali Sinyal Bahaya TBC di Lingkungan Keluarga

Didik Sunaryadi menjelaskan, salah satu kendala terbesar dalam penanggulangan TBC adalah stigma dan minimnya pemahaman masyarakat mengenai gejala awal penyakit ini. Ia merinci beberapa tanda klinis utama yang wajib diwaspadai dan tidak boleh disepelekan:

Batuk Persisten Dua Minggu: Batuk berdahak yang terus-menerus terjadi selama 14 hari atau lebih, dan tidak kunjung membaik meski sudah mengonsumsi obat batuk biasa.

Keringat Malam yang Tidak Wajar: Tubuh kerap mengeluarkan keringat dingin secara berlebihan pada malam hari, meskipun tidak sedang beraktivitas atau cuaca tidak panas.

Penyusutan Berat Badan dan Demam: Nafsu makan yang menurun drastis, tubuh terasa lemas, disertai demam meriang berkepanjangan yang hilang timbul.

"Masyarakat harus paham bahwa TBC bisa disembuhkan total dan obatnya disediakan gratis oleh pemerintah di seluruh Puskesmas. Jangan ada lagi stigma negatif. Jika ada keluarga yang batuk lebih dari dua minggu, segera periksakan. Langkah cepat ini bukan hanya menyelamatkan nyawa pasien, tapi juga melindungi anggota keluarga lain dari risiko penularan," pungkas Didik Sunaryadi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....