Strategi Ini Jadi Kunci Sukses Dongkrak Potensi UMKM Pangan Batang Hari

  • 26 Mei 2026 10:57 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Pemerintah Kabupaten Batang Hari sukses memacu pertumbuhan sektor usaha mikro melalui strategi kolaborasi lintas sektor yang menyasar langsung ke tingkat desa. Pendekatan "keroyokan" ini difokuskan untuk memperkuat para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang bergerak di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan sebagai motor utama ekonomi daerah.

Langkah taktis ini diambil mengingat mayoritas mata pencaharian masyarakat di bumi Serentak Bak Regam sangat bergantung pada komoditas pangan dan hasil bumi tersebut.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Baperida) Kabupaten Batang Hari, A Kurniadi, memaparkan bahwa sinergi ini sengaja dirancang dengan merangkul banyak pemangku kepentingan guna memaksimalkan potensi lokal secara terpadu.

"Kami berharap peningkatan jumlah UMKM dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta membuka peluang usaha baru di Kabupaten Batang Hari," ungkap A Kurniadi, Selasa, 26 Mei 2026.

Efektivitas strategi kolaborasi ini terlihat nyata dari lonjakan data pelaku usaha di lapangan. Jumlah usaha mikro di Batang Hari yang semula tercatat sebanyak 12.867 unit pada dua ribu dua puluh empat, berhasil merangkak naik menjadi 13.264 unit di sepanjang tahun dua ribu dua puluh kesembilan kemarin.

"Selain itu, jumlah usaha kecil juga meningkat, dari seratus tiga puluh tujuh unit menjadi seratus enam puluh hai unit," terang Kurniadi saat merinci pertumbuhan positif tersebut.

Kurniadi menambahkan, keterlibatan aktif dari Tim Penggerak PKK dan Dekranasda Kabupaten Batang Hari menjadi salah satu pilar penting dalam mengawal pembinaan produk lokal hingga ke pelosok desa. Pola pendampingan pun kini diubah secara radikal menjadi lebih adaptif lewat metode jemput bola langsung ke tengah pemukiman warga, guna menyiasati kebijakan efisiensi anggaran daerah yang tengah berjalan.

"Sebelumnya pelatihan dilakukan secara terpusat, sekarang pembinaan lebih banyak turun langsung ke lapangan," jelasnya membandingkan efisiensi pola kerja baru.

Melalui dinas terkait, Pemkab Batang Hari juga memastikan intervensi hilir tetap terjaga dengan memetakan dan menyediakan lokasi usaha strategis di pusat keramaian. Langkah ini diambil agar ruang berjualan bagi para pelaku UMKM pangan tetap representatif, sehingga rantai bisnis dari petani hingga ke konsumen dapat berjalan lebih menguntungkan dan berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....