Minyakita Langka di Tanjabbar, Bupati Semprot Distributor Nakal

  • 26 Mei 2026 10:54 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi-Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat langsung mengambil sikap tegas menyusul ditemukannya kelangkaan minyak goreng subsidi, Minyakita, di pasaran menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Temuan ini terungkap saat Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., memimpin langsung kegiatan pasar murah di Toko Berkah Jaya, Jalan Siswa, Kuala Tungkal, Selasa, 26 Mei 2026.

Melihat kondisi yang meresahkan warga tersebut, Bupati Anwar Sadat langsung mengeluarkan peringatan keras kepada para pelaku usaha rantai distribusi di wilayahnya.

“Dalam dua hari terakhir kami melihat terjadi kelangkaan Minyakita. Karena itu, kami mengimbau para distributor dan reseller agar benar-benar memperhatikan kebutuhan masyarakat, terutama dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha,” tegas Anwar Sadat.

Bupati menyatakan tidak akan segan-segan mengambil tindakan melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) serta Satgas Pangan untuk mengevaluasi total pola distribusi dan sebaran minyak goreng di wilayah Tanjung Jabung Barat. Pengawasan ketat akan dilakukan guna memastikan tidak ada pihak yang sengaja menimbun atau memainkan harga di tengah melonjaknya permintaan menjelang hari raya.

Langkah sidak yang dibalut dengan program pasar murah ini sengaja dioptimalkan Pemkab Tanjabbar bekerja sama dengan Perum Bulog Cabang Kuala Tungkal. Tujuannya jelas, menjadi bumper atau penahan hantaman inflasi serta menjaga daya beli masyarakat yang mulai tercekik akibat hilangnya Minyakita di pasar tradisional.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat, terutama dalam menjaga daya beli dan memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga yang stabil menjelang Hari Raya Iduladha,” lanjutnya.

Dalam pasar murah tersebut, pemkab berupaya menetralisir keadaan dengan mengguyur pasokan komoditas penting seperti beras Bulog, telur, termasuk sisa stok Minyakita dengan harga yang jauh lebih murah dari harga pasar normal. Bupati berharap intervensi langsung ini bisa meringankan beban dapur masyarakat secara instan.

Di lokasi yang sama, Pengurus Kios Pangan, Eko Siswono, mengakui bahwa pasokan komoditas murah di kiosnya sangat bergantung pada pengawasan dan pembinaan aktif dari kepala daerah agar tepat sasaran.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati yang terus peduli dan membina kios pangan ini sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dengan harga yang terjangkau,” ungkap Eko di sela-sela melayani serbuan warga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....