DEKRAFMI Jambi Gandeng Investor Asing Kelola Mangrove dan Sampah Tanjabbar

  • 22 Mei 2026 22:49 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) menerima audiensi dari Dewan Ekonomi Kreatif Milenial Indonesia (DEKRAFMI) DPD Provinsi Jambi. Pertemuan yang berlangsung pada Jumat, 22 Mei 2026 ini membahas peluang besar pengembangan ekonomi kreatif yang ramah lingkungan.

Dalam audiensi tersebut, DEKRAFMI memaparkan program strategis berupa pengelolaan sampah terpadu serta pengembangan kawasan mangrove lewat metode diaspora. Langkah ini diproyeksikan bakal melibatkan investor asing, di antaranya dari Jerman untuk sektor pengelolaan sampah, serta pihak asal Hongkong untuk penataan kawasan mangrove.

Bupati Tanjabbar yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Yan Ery, memberikan lampu hijau dan menyambut hangat terobosan tersebut. Ia berharap diskusi ini bisa menjadi pemantik kerja sama jangka panjang yang strategis.

“Kami menyambut positif berbagai gagasan dan peluang kerja sama yang ditawarkan. Harapannya, program ini nantinya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan sektor lingkungan dan ekonomi kreatif daerah,” ujar Yan Ery usai pertemuan.

Dukungan serupa juga mengalir dari sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Tanjabbar yang hadir. Mereka menilai program berbasis lingkungan ini sangat sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan di daerah pesisir tersebut.

Sementara itu, Ketua DPD DEKRAFMI Provinsi Jambi, Jondriadi Johan, berharap pemda setempat bisa memberikan restu dan dukungan penuh agar usulan program ini dapat segera diajukan ke tingkat pusat. Menurutnya, konsep yang mereka bawa tidak melulu soal pelestarian alam, melainkan juga menyentuh pembangunan infrastruktur penunjang ekonomi masyarakat.

“Program ini diharapkan tidak hanya berdampak pada pelestarian lingkungan, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ungkap Jondriadi optimis.

Pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tanjabbar menyebutkan bahwa pengembangan kawasan mangrove sebenarnya sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Di sisi lain, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menambahkan, pemerintah daerah juga telah membentuk Komite Kelautan Masyarakat Daerah (KKMD) demi menjaga ekosistem pesisir secara berkelanjutan.

Pertemuan yang berlangsung produktif ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus DPP dan DPD DEKRAFMI, Kepala Dinas Parpora, Kepala Dinas Koperindag, Kabag SDA Setda, serta sejumlah perwakilan dinas terkait seperti Dinas Perikanan, PUPR, DLH, dan Bapperida Tanjabbar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....