Pelabuhan Tungkal Jadi Jalur Krusial Pasokan Ternak Iduladha Rp111 miliar
- 19 Mei 2026 20:18 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi — Pelabuhan Kuala Tungkal di Kabupaten Tanjung Jabung Barat kini memegang peranan krusial sebagai pintu masuk utama distribusi hewan kurban di Provinsi Jambi menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Menghadapi lonjakan lalu lintas ternak yang bernilai ekonomi fantastis, Badan Karantina Indonesia melalui Karantina Jambi langsung memperketat garda pengawasan di jalur laut tersebut.
Berdasarkan data sistem Best Trust, tercatat ada lebih dari 24 ribu ekor ternak senilai Rp111 miliar yang telah melintasi wilayah kerja Karantina Jambi sepanjang Januari hingga pertengahan Mei dua ribu dua puluh enam.
Kepala Karantina Jambi, Sudiwan Situmorang, menegaskan bahwa Pelabuhan Kuala Tungkal menjadi titik paling strategis sekaligus rawan, sehingga memerlukan pengawasan ekstra guna mengantisipasi masuknya penyakit hewan menular.
“Pelabuhan Kuala Tungkal memiliki peran penting dalam mendukung distribusi hewan kurban ke berbagai daerah. Oleh karena itu, pengawasan dilakukan secara optimal guna mencegah masuk dan tersebarnya penyakit hewan menular,” ujar Sudiwan saat memberikan keterangan, Selasa, 19 mei 2026.
April Jadi Puncak Lonjakan Lalu Lintas Ternak, tingginya ketergantungan pasokan hewan kurban antarwilayah terlihat jelas dari grafik pengiriman. Lonjakan arus lalu lintas ternak tertinggi terjadi pada April dua ribu dua puluh enam, di mana volume pengiriman menembus angka sekitar 9 ribu ekor dengan nilai ekonomi mencapai lebih dari Rp47 miliar.
Melihat arus komoditas hidup yang begitu besar, Karantina Jambi menerapkan prosedur pemeriksaan berlapis di pelabuhan dan titik cek poin lainnya. Prosedur tersebut meliputi pemeriksaan fisik hewan secara langsung, verifikasi dokumen kesehatan, hingga kelayakan alat angkut yang digunakan.
“Seluruh hewan ternak yang dilalulintaskan wajib memenuhi persyaratan karantina dan kesehatan hewan. Pemeriksaan dilakukan secara ketat untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat, aman dilalulintaskan, dan aman dikonsumsi masyarakat,” tegas Sudiwan.
Edukasi Pengusaha untuk Jamin Keamanan Pangan
Selain memperketat pemeriksaan di dermaga Pelabuhan Kuala Tungkal, pihak Karantina juga gencar melakukan jemput bola dengan mengedukasi para pelaku usaha dan agen pengirim ternak. Mereka diwajibkan memahami regulasi terkait pemenuhan dokumen karantina resmi dari daerah asal sebelum kapal bersandar.
Langkah preventif ini diharapkan dapat menutup celah masuknya hewan kurban ilegal atau sakit yang dapat merugikan peternak lokal maupun konsumen.
“Pengawasan ini merupakan bentuk komitmen Karantina dalam melindungi kesehatan hewan, menjamin keamanan pangan asal hewan, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat menjelang Iduladha,” pungkas Sudiwan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....