PHE Jambi Merang Dorong Mocaf Simpang Bayat Jadi Harapan Ekonomi Warga
- 19 Mei 2026 16:02 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi - Di tengah upaya penguatan pangan lokal dan pemberdayaan masyarakat desa sepanjang tahun ini, program pengolahan singkong menjadi tepung mocaf yang dijalankan Kelompok Wanita Tani (KWT) Embun Pagi di Desa Simpang Bayat terus menunjukkan manfaat nyata bagi ekonomi warga.
KWT Embun Pagi merupakan kelompok binaan PHE Jambi Merang yang berada di Dusun Selaro, Desa Simpang Bayat, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Penduduknya sangat akrab dengan singkong yang ditanam di lahan kebun maupun pekarang rumah.
“Panen singkong di sini banyak. Tapi ya gitu, harga singkong per kilonya murah sekali. Cuma dua ribu per kilo,” ungkap Riyanti, salah satu anggota KWT Embun Pagi. Jika hanya mengandalkan panen singkong, menurutnya tidak cukup untuk kebutuhan hidup.
Perubahan mulai terasa setelah kelompoknya mendapatkan pendampingan dari PHE Jambi Merang dalam pengembangan produk mocaf. Produksi yang sebelumnya telah berjalan, diperkuat dari sisi kualitas, standarisasi proses, hingga kemasan dan pemasaran.
Melalui proses fermentasi, pengeringan, dan penggilingan yang lebih terstruktur, singkong kini diolah menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih optimal.
“Awalnya kami ragu, apakah rasanya bisa sama seperti terigu. Ternyata enak, malah lebih ringan,” kata Riyanti sambil menunjukkan kemasan mocaf produksi kelompoknya yang kini sudah berlabel.
Satu kilo tepung mocaf dibanderol Rp34.000, berkali-kali lipat dibanding hanya menjual singkong utuh saja. Selain mocaf, KWT Embun Pagi juga membuat eyek-eyek, kudapan ringan berbahan dasar singkong.
Riyanti juga bersyukur karena PHE Jambi Merang tidak hanya melatih pemasaran, tetapi juga aktif mempromosikan tepung mocaf melalui berbagai pameran tingkat kabupaten maupun provinsi.
Tepung mocaf sendiri kini mulai dikenal sebagai salah satu alternatif pangan lokal pengganti tepung terigu karena bebas gluten dan cenderung lebih mudah dicerna bagi sebagian orang.
Manager Community Involvement & Development (CID) Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan mocaf dapat membantu mengurangi ketergantungan pada tepung terigu berbasis gandum impor sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.
“Program pemberdayaan masyarakat dirancang agar bergulir memberikan manfaat langsung terhadap kelompok dan secara tidak langsung berkelanjutan berdampak ke ekonomi masyarakat. Program ini memberi kesempatan bagi para ibu rumah tangga untuk lebih berdaya dan terlibat dalam aktivitas ekonomi,” jelasnya.
Dari singkong yang dulu dipandang biasa, kini hadir mocaf yang tak hanya memperkuat potensi pangan lokal, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....