Tiga Ribuan Petugas Direkrut untuk Pendataan Sensus Ekonomi
- 07 Mei 2026 14:48 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi-Kepala BPS Provinsi Jambi Aidil Adha mengatakan Sensus Ekonomi 2026 merupakan sensus ekonomi kelima yang dilakukan BPS dan digelar setiap 10 tahun sekali, tepatnya pada tahun yang berakhiran angka enam.
Menurutnya, sensus ini bertujuan memotret seluruh aktivitas ekonomi masyarakat, baik usaha skala besar maupun kecil yang menghasilkan barang dan jasa di Provinsi Jambi.
“Semua pelaku usaha akan didata, termasuk usaha online, marketplace, dan e-commerce yang sekarang berkembang sangat pesat,” ujarnya, Kamis 7 Mei 2026.
Ia menjelaskan, perubahan pola konsumsi masyarakat dan kemajuan teknologi membuat struktur ekonomi daerah terus berubah. Karena itu, sensus ekonomi menjadi penting untuk melihat kondisi terkini perekonomian daerah.
“Dulu usaha online belum banyak tercatat. Sekarang sebagian besar masyarakat sudah belanja online dan ini akan menjadi bagian penting dalam sensus ekonomi 2026,” katanya.
Tahapan sensus dimulai dari pendataan usaha besar sejak 1 Mei, kemudian dilanjutkan pendataan rumah tangga dan usaha kecil mulai pertengahan Juni 2026.
BPS Provinsi Jambi juga merekrut sekitar 3.467 petugas sensus yang akan diterjunkan ke lapangan setelah menjalani pelatihan.
Aidil menambahkan, hasil sensus nantinya menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan ekonomi yang sesuai dengan kondisi riil masyarakat.
| Baca juga: Petugas Damkar Evakuasi Dua Ekor Lutung |
“Data ini akan membantu pemerintah melihat kondisi ekonomi terkini sehingga kebijakan yang dibuat lebih tepat sasaran,” pungkasnya.
Menurutnya, sensus ini bertujuan memotret seluruh aktivitas ekonomi masyarakat, baik usaha skala besar maupun kecil yang menghasilkan barang dan jasa di Provinsi Jambi.
“Semua pelaku usaha akan didata, termasuk usaha online, marketplace, dan e-commerce yang sekarang berkembang sangat pesat,” ujarnya, Kamis 7 Mei 2026.
Ia menjelaskan, perubahan pola konsumsi masyarakat dan kemajuan teknologi membuat struktur ekonomi daerah terus berubah. Karena itu, sensus ekonomi menjadi penting untuk melihat kondisi terkini perekonomian daerah.
“Dulu usaha online belum banyak tercatat. Sekarang sebagian besar masyarakat sudah belanja online dan ini akan menjadi bagian penting dalam sensus ekonomi 2026,” katanya.
Tahapan sensus dimulai dari pendataan usaha besar sejak 1 Mei, kemudian dilanjutkan pendataan rumah tangga dan usaha kecil mulai pertengahan Juni 2026.
BPS Provinsi Jambi juga merekrut sekitar 3.467 petugas sensus yang akan diterjunkan ke lapangan setelah menjalani pelatihan.
Aidil menambahkan, hasil sensus nantinya menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan ekonomi yang sesuai dengan kondisi riil masyarakat.
“Data ini akan membantu pemerintah melihat kondisi ekonomi terkini sehingga kebijakan yang dibuat lebih tepat sasaran,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....