Diabetes Intai Kota Jambi, Makanan Cepat Saji Jadi Dalang Utama

  • 27 Apr 2026 00:53 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Fenomena menjamurnya gerai minuman manis kekinian dan kemudahan akses makanan cepat saji di Kota Jambi rupanya membawa dampak fatal. Tren gaya hidup serba instan ini dituding menjadi dalang utama di balik lonjakan kasus diabetes yang mencemaskan sepanjang tahun 2026.

Penyakit yang dahulu kerap dikaitkan dengan faktor usia lanjut dan genetik ini, kini makin ganas mengincar kelompok usia produktif yang tak bisa lepas dari jerat makanan olahan.

Merespons kondisi darurat ini, Dosen Poltekkes Kemenkes Jambi, Ary Irfan, S.Pd., M.Kes., menegaskan bahwa manajemen pola makan harus ditarik kembali menjadi benteng pertahanan paling krusial. Menurutnya, satu-satunya cara untuk membendung "tsunami" diabetes ini adalah dengan melakukan revolusi di meja makan.

Ary juga menepis stigma yang membuat banyak orang enggan mengubah pola makannya karena takut tersiksa.

“Diet sehat bukan berarti tidak makan enak, tetapi bagaimana mengatur jenis, jumlah, dan jadwal makan secara seimbang,” ujar Ary memberikan penjelasannya hari ini, Jumat 24 April 2026.

Membongkar Kebiasaan Makan yang Salah Untuk mengendalikan gula darah sekaligus mencegah jatuhnya korban baru, Ary membeberkan beberapa prinsip dasar perombakan nutrisi yang harus segera diterapkan masyarakat Jambi:

Tinggalkan Gula dan Makanan Olahan: Ini adalah musuh nomor satu. Minuman manis boba, kopi susu gula aren, hingga camilan kemasan tinggi pemanis buatan adalah pemicu instan meroketnya kadar glukosa. Memangkas asupan ini adalah langkah mutlak.

Evaluasi Sumber Karbohidrat: Budaya makan yang mengandalkan nasi putih porsi besar harus mulai digeser. Gantilah dengan karbohidrat kompleks seperti nasi merah, gandum utuh, atau ubi yang dicerna jauh lebih lambat oleh tubuh.

Beralih dari Penggorengan: Metode memasak favorit masyarakat yang serba digoreng rendam (deep-fried) perlu dievaluasi. Mengolah bahan makanan dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang jauh lebih ramah untuk kesehatan jangka panjang.

Investasi Serat dan Protein Murni: Penuhi piring dengan sayuran hijau, kacang-kacangan, dan buah rendah indeks glikemik (seperti apel). Padukan dengan protein berkualitas layaknya ikan, tahu, tempe, atau dada ayam tanpa kulit untuk menjaga suplai energi.

Ubah Pola Jadwal: Membiarkan perut kelaparan lalu makan dalam porsi balas dendam sangat berbahaya bagi gula darah. Lebih baik makan dalam porsi kecil namun dengan frekuensi yang sedikit lebih sering untuk menjaga kestabilan glukosa.

Sejalan dengan seruan tersebut, penulis kesehatan Maimuna Septriani menyoroti bahwa kampanye sadar gizi ini tidak boleh berhenti sebagai imbauan lisan semata.

Edukasi mengenai bahaya gaya hidup instan dan penerapan diet sehat ini harus disosialisasikan secara masif dan agresif ke berbagai lapisan masyarakat Kota Jambi. Dengan kedisiplinan menjaga asupan dan menolak godaan makanan olahan, risiko komplikasi diabetes dapat ditekan. Pada akhirnya, warga Jambi dapat menikmati kualitas hidup yang jauh lebih sehat, berumur panjang, dan bebas beraktivitas secara normal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....