Bahaya Rokok Intai Remaja di Jambi, Pakar Kesehatan Minta Solusi Nyata
- 24 Apr 2026 22:16 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi : Tingginya angka perokok aktif, khususnya di kalangan remaja, masih menjadi persoalan kesehatan yang mengakar di wilayah Jambi. Berbagai peringatan menakutkan di bungkus rokok seolah hanya menjadi pajangan, tak mampu menyurutkan niat para pecandu lintingan tembakau tersebut.
Bukan rahasia lagi, kepulan asap rokok menyimpan racun mematikan. Ada lebih dari 7.000 bahan kimia berbahaya yang bersarang di dalamnya, termasuk nikotin, tar, hingga karbon monoksida. Imbasnya tak main-main; ancaman kanker paru-paru, penyakit jantung, hingga kerusakan saluran pernapasan kronis terus mengintai.
Lebih mirisnya lagi, paparan racun ini turut mengorbankan perokok pasif di sekitarnya, tak terkecuali anak-anak dan ibu hamil yang ikut menghirup udara beracun tersebut.
Dosen Promosi Kesehatan Poltekkes Kemenkes Jambi, Ary Irfan, S.Pd., M.Kes., menyoroti bahwa sulitnya menekan angka perokok sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan hidup dan minimnya literasi tentang dampak mematikan di masa depan.
“Banyak masyarakat yang masih menganggap merokok sebagai hal biasa, padahal dampaknya sangat serius bagi kesehatan,” ujar Ary saat memberikan keterangannya hari ini, Jumat (24 April 2026).
Remaja Jadi Target Paling Rentan
Ary menjabarkan bahwa kelompok remaja kerap menjadi "korban" yang paling mudah terjerumus. Kuatnya dorongan dari teman pergaulan hingga paparan dari media membuat mereka penasaran untuk mencoba.
Padahal, secara medis, usia remaja adalah fase emas pertumbuhan fisik. Masuknya zat beracun dari rokok jelas akan merusak organ-organ vital tubuh yang sedang berkembang, dan kerusakannya bisa bersifat permanen.
Sebenarnya, pemerintah tidak tinggal diam. Langkah pencegahan seperti penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) hingga kampanye kesehatan di berbagai sekolah sudah digulirkan. Namun, efektivitas program-program tersebut sering kali kandas akibat rendahnya niat individu untuk benar-benar berhenti merokok.
Butuh Peran Keluarga dan Lingkungan
Untuk memutus rantai masalah ini, sekadar imbauan saja tidak akan mempan. Diperlukan pendekatan edukatif yang konsisten dan berkelanjutan untuk benar-benar mengubah pola pikir masyarakat luas.
Dalam hal ini, keluarga dituntut untuk menjadi benteng terdepan. Keteladanan orang tua untuk tidak merokok di rumah dan menerapkan gaya hidup sehat adalah kunci mutlak mencegah anak mengenal rokok sejak dini.
Perang melawan asap rokok bukan hanya tugas instansi kesehatan. Tenaga pendidik, pemerintah daerah, hingga seluruh elemen masyarakat harus bahu-membahu menciptakan ekosistem ruang publik yang bebas asap. Kesadaran dan tindakan nyata bersama adalah satu-satunya jalan demi menyelamatkan kualitas hidup generasi masa depan Jambi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....