Tangkal Karhutla, Pemprov Jambi Terapkan Skema Operasi Darat dan Udara
- 24 Apr 2026 22:00 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi : Pemerintah Provinsi Jambi mulai mengambil langkah taktis untuk mengantisipasi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun ini. Setidaknya, ada dua skema utama yang kini disiapkan, yakni perpaduan antara operasi darat dan operasi udara yang akan dijalankan secara terpadu.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, menuturkan bahwa kekuatan personel di lapangan telah dibagi ke dalam dua fokus kerja tersebut.
"Personel dibagi dua. Tim operasi darat ditempatkan di daerah rawan sambil melakukan sosialisasi langsung ke desa-desa,” ujar Bachyuni, Rabu (22 Aprli 2026).
Intervensi Udara Sebagai Senjata Utama
Untuk menjangkau titik-titik api di medan yang sulit ditembus lewat jalur darat, operasi udara menjadi andalan. Langkah strategis ini mencakup Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga pemadaman langsung dari udara menggunakan armada khusus.
“Operasi udara ada dua. Pertama, modifikasi cuaca agar lahan gambut tidak terlalu kering. Kedua, water bombing dan pemadaman udara di lokasi yang sulit dan minim sumber air,” jelasnya.
Meski begitu, Bachyuni mengingatkan bahwa modifikasi cuaca baru bisa dieksekusi setelah Pemprov Jambi resmi menetapkan status Siaga Darurat Karhutla. Berbekal status tersebut, Gubernur nantinya akan menyurati Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara resmi. Ia menegaskan, intervensi udara ini sangat krusial sebagai mitigasi dini demi menekan potensi api sebelum terlanjur membesar.
Dukungan Swasta dan Pembagian Anggaran
Upaya proaktif pemerintah ini rupanya mendapat respons positif dari pihak swasta. Sejumlah perusahaan yang beroperasi di Jambi mulai turun tangan dan merapatkan barisan.
“Perusahaan sudah mulai berkomunikasi. Bahkan ada yang menanyakan langsung bentuk bantuan yang bisa diberikan, terutama untuk mendukung modifikasi cuaca di wilayah rawan seperti Tanjung Jabung Timur dan Muaro Jambi,” ungkapnya.
Kawasan Muaro Jambi sendiri mendapat atensi ekstra. Mengingat jaraknya yang menempel dengan fasilitas bandara, kemunculan asap di wilayah ini bisa berdampak fatal bagi jadwal penerbangan dan keselamatan masyarakat luas.
Berbicara soal biaya operasional yang tak sedikit, Bachyuni memaparkan adanya kolaborasi anggaran yang jelas antara pusat dan daerah.
“Helikopter dan OMC dibiayai APBN. Operasi darat dilaksanakan desa dengan dukungan APBD,” katanya merinci.
Menutup penjelasannya, ia menitipkan pesan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak sembrono menggunakan api, baik untuk membuka lahan baru maupun sekadar membakar sampah pekarangan.
“Kita akan menghadapi cuaca panas berkepanjangan dan El Nino ekstrem. Kesadaran masyarakat sangat menentukan keberhasilan pencegahan karhutla di Jambi,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....