Tim Satgas Berjibaku Padamkan Karhutla di Sungai Gelam

  • 16 Jul 2026 15:20 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi - Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi sepanjang 1 Januari hingga 12 Juli 2026 mencapai 157,54 hektar. Saat ini, Tim Satuan Tugas (Satgas) Gabungan Karhutla masih berjibaku memadamkan kebakaran lahan gambut di Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, yang terjadi sejak Rabu, 15 Juli 2026 sore.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jambi, Andre Eko Rinjani, mengatakan berdasarkan rekapitulasi Satgas Karhutla, luasan lahan yang terbakar tersebar di sejumlah daerah, yakni Kabupaten Sarolangun, Tanjung Jabung Timur, Batanghari, dan Muaro Jambi.

"Terhitung dari 1 Januari sampai 12 Juli, luasan kebakaran hutan dan lahan yang sudah direkap Satgas mencapai 157,54 hektar. Kejadiannya tersebar di Kabupaten Sarolangun, Tanjung Jabung Timur, Batanghari, dan Muaro Jambi," ujar Andre.

Ia menjelaskan, saat ini fokus penanganan dilakukan di kawasan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. Kebakaran yang mulai terpantau sejak Rabu sore hingga kini masih belum sepenuhnya padam karena terjadi di lahan gambut.

"Tim Satgas Gabungan yang terdiri dari BPBD Provinsi Jambi, BPBD kabupaten, TNI, Polri, Manggala Agni, serta didukung perusahaan di sekitar lokasi masih melakukan pemadaman. Sampai hari ini asap masih terlihat karena kondisi lahannya merupakan gambut," katanya.

Berdasarkan informasi awal dari petugas di lapangan, luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 1 hingga 2 hektar. Namun, pengukuran resmi masih akan dilakukan setelah proses pemadaman selesai.

Andre mengatakan karakteristik lahan gambut menjadi tantangan utama dalam operasi pemadaman. Meski kobaran api di permukaan terlihat kecil, bara api masih dapat menyala di lapisan bawah tanah sehingga membutuhkan proses pendinginan secara menyeluruh.

"Kalau lahan gambut memang pemadamannya cukup sulit. Kami harus memastikan api yang berada di bawah permukaan benar-benar padam agar tidak muncul kembali," jelasnya.

Selain itu, keterbatasan sumber air di sekitar lokasi juga menjadi kendala. Untuk mempercepat penanganan, tim mengerahkan operasi water bombing dari udara yang dilanjutkan pendinginan oleh personel di darat.

"Kondisi sumber air cukup jauh, sehingga kami meminta bantuan water bombing. Setelah itu, tim darat melanjutkan pendinginan agar titik api benar-benar padam," ujarnya.

Andre menambahkan, cuaca panas dan minimnya curah hujan dalam beberapa hari terakhir meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi. Oleh karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan selama memasuki musim kemarau.

"Kami menghimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terutama di wilayah gambut. Selain itu, jangan membuang puntung rokok sembarangan karena kondisi saat ini sangat rawan memicu kebakaran," tegasnya.

BPBD Provinsi Jambi berharap kesadaran masyarakat dalam mencegah karhutla dapat membantu menekan jumlah kejadian kebakaran sekaligus meminimalkan dampak terhadap lingkungan, kesehatan, dan aktivitas masyarakat selama musim kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....