Lonjakan Kasus Anemia di Jambi yang Perlu Segera Ditangani

  • 22 Apr 2026 10:15 WIB
  •  Jambi

RRI.co.id, Jambi - Kota Jambi tengah menghadapi peningkatan kasus anemia yang cukup mengkhawatirkan, terutama di kalangan remaja putri dan ibu hamil. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena anemia tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Anemia merupakan kondisi ketika kadar hemoglobin dalam darah berada di bawah batas normal, sehingga kemampuan darah dalam mengangkut oksigen ke seluruh tubuh menjadi terganggu. Gejala yang kerap muncul antara lain mudah lelah, pucat, pusing, hingga menurunnya konsentrasi. Dalam jangka panjang, anemia dapat menyebabkan gangguan perkembangan serta meningkatkan risiko komplikasi pada kehamilan.

Menurut narasumber akademis, Ary Irfan, dosen Poltekkes Kemenkes Jambi jurusan promosi kesehatan, peningkatan kasus anemia di Kota Jambi dipengaruhi oleh beberapa faktor utama.

“Pola makan yang tidak seimbang, rendahnya konsumsi makanan kaya zat besi, serta kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan anemia menjadi penyebab dominan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa gaya hidup modern turut memperparah kondisi ini, terutama kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji yang minim kandungan nutrisi. Remaja putri menjadi kelompok paling rentan karena kebutuhan zat besi yang lebih tinggi, khususnya saat menstruasi.

Di sisi lain, data dari fasilitas pelayanan kesehatan menunjukkan bahwa skrining anemia masih belum dilakukan secara merata. Akibatnya, banyak kasus tidak terdeteksi sejak dini. Padahal, deteksi awal sangat penting untuk mencegah dampak yang lebih serius.

Berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan pemerintah, seperti pemberian tablet tambah darah (TTD) di sekolah dan posyandu. Namun, pelaksanaannya di lapangan masih menghadapi tantangan, terutama rendahnya kepatuhan masyarakat dalam mengonsumsi suplemen tersebut.

Sebagai solusi, diperlukan pendekatan promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan yang berkelanjutan. Kolaborasi antara tenaga kesehatan, institusi pendidikan, dan masyarakat dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang serta pemeriksaan kesehatan rutin.

Selain itu, peran keluarga menjadi kunci dalam memastikan asupan gizi yang cukup, terutama bagi anak-anak dan remaja. Konsumsi makanan kaya zat besi seperti daging merah, sayuran hijau, dan kacang-kacangan perlu ditingkatkan, serta diimbangi dengan asupan vitamin C guna membantu penyerapan zat besi secara optimal.

Lonjakan kasus anemia di Kota Jambi menjadi pengingat bahwa persoalan gizi masih menjadi tantangan nyata. Dengan langkah yang tepat serta kerja sama berbagai pihak, diharapkan angka kejadian anemia dapat ditekan, sehingga masyarakat dapat hidup lebih sehat dan produktif.

Penulis : Maimuna Septriani

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....