BPS Jambi Catat Pengangguran Naik 2,9 Ribu Orang akibat Faktor Musiman
- 07 Agt 2026 11:28 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Jumlah pengangguran di Provinsi Jambi mengalami kenaikan sebanyak 2,9 ribu orang dalam rentang waktu tiga bulan terakhir. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat, fenomena ini terjadi bersamaan dengan menurunnya kualitas pasar kerja yang ditandai oleh berkurangnya pekerja formal serta lonjakan pekerja paruh waktu.
Berdasarkan data BPS per Mei 2026, total pengangguran kini menembus angka 77,55 ribu orang, naik dari posisi Februari 2026 yang berada di angka 74,65 ribu orang. Imbasnya, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jambi ikut terkerek dari 3,98 persen menjadi 4,10 persen.
Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, mengungkapkan bahwa lonjakan ini bukan disebabkan oleh kelesuan ekonomi secara menyeluruh, melainkan dinamika pekerjaan musiman.
Ia menerangkan, pada triwulan pertama lalu banyak kalangan perempuan—terutama ibu rumah tangga—yang turun ke lapangan untuk berdagang menyambut datangnya bulan Ramadan. Namun begitu momen tersebut usai, sebagian besar dari mereka tidak lagi beraktivitas di sektor usaha, sehingga memicu naiknya angka pengangguran perempuan.
"Pada triwulan pertama banyak ibu rumah tangga ikut berdagang karena menjelang bulan puasa. Setelah momentum itu selesai, sebagian tidak lagi bekerja sehingga angka pengangguran perempuan meningkat," kata Aidil saat memberikan keterangan dalam Siaran Pers Bersama Berita Statistik Periode Agustus 2026 di Jambi, Kamis, 6 Agustus 2026.
Aidil menambahkan, kondisi sebaliknya justru terjadi pada kelompok tenaga kerja laki-laki, di mana angka penganggurannya malah mengalami penurunan. Hal ini makin menegaskan bahwa pergerakan TPT kali ini sangat dipengaruhi oleh berakhirnya momentum usaha musiman.
Kendati demikian, gairah pasar kerja di Bumi Sepucuk Jambi Lu科学 Sembilan sebenarnya masih tumbuh. Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Mei 2026 menunjukkan jumlah angkatan kerja mencapai 1,89 juta orang, bertambah 18 ribu orang jika dibandingkan Februari 2026.
Di saat yang sama, jumlah penduduk yang terserap di dunia kerja juga bertambah 15,3 ribu orang sehingga totalnya menjadi 1,81 juta orang. Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi tulang punggung utama dengan menampung tambahan 9,3 ribu pekerja.
Hanya saja, BPS memberi catatan kritis terkait kualitas lapangan kerja baru tersebut. Porsi pekerja formal melorot 3,62 poin persentase menjadi 44,16 persen. Di sisi lain, persentase pekerja paruh waktu melonjak hingga 17,82 poin persentase, meski angka setengah pengangguran turun 4,75 poin persentase. Fenomena ini mengindikasikan bahwa lapangan kerja yang tercipta masih didominasi pekerjaan fleksibel dengan kepastian kerja yang terbatas.
Merespons perkembangan ini, Pemerintah Provinsi Jambi menyatakan siap melakukan langkah evaluasi mendalam.
"Memang tingkat pengangguran terbuka mengalami peningkatan. Artinya masih ada beberapa indikator yang harus dievaluasi sehingga bisa diketahui apa penyebabnya," ujar Asisten Gubernur Jambi Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Agus Sunaryo.
Agus menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen memperkuat sektor-sektor produktif lewat optimalisasi belanja daerah, menggenjot investasi, serta membuka ruang bagi penciptaan lapangan kerja baru. Pemerintah juga terus mencermati potensi perlambatan di sektor pertambangan batu bara yang selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian Jambi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....