Psikolog Sambut Penerapan PP 17 tahun 2025
- 08 Apr 2026 09:45 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi - Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas) menurut Psikolog Jambi, Eka renny Yustisia yakni ini merupakan langkah preventif krusial untuk melindungi anak dari dampak negatif medsos.
Eka Renny Yustisia mengatakan penerapan kebijakan PP Tunas memberikan ruang yang aman bagi remaja untuk berkembang secara kognitif dan emosional tanpa tekanan sosial yang berlebihan.
| Baca juga: Jalur Prestasi SPMB Kini Gunakan Nilai TKA |
" otak remaja terutama pada bagian prefrontal cortex yang berfungsi mengendalikan emosi dan menilai risiko, belum berkembang sempurna hingga usia awal 20-an, sehingga membuat anak rentan terhadap paparan konten yang meromantisasi pernikahan dini di media sosial, sehingga memunculkan persepsi keliru seperti pernikahan merupakan solusi instan atau tren tanpa memahami beban tanggung jawab psikologis yang menyertai," katanya Rabu, 8 April 2026.
Eka menyoroti fenomena rasa takut ketinggalan tren atau Fear of Missing Out (FOMO) akibat tren gaya hidup tidak realistis, termasuk glorifikasi “nikah muda” yang hanya menampilkan sisi positif.
"Pembatasan akses akun mandiri bagi anak di bawah usia 16 tahun menjadi bentuk perlindungan penting agar mereka tidak terpapar dorongan untuk bersikap dewasa sebelum waktunya. Selain itu, regulasi ini juga mampu memutus rantai adiksi digital dan perilaku impulsif yang dipicu oleh algoritma media sosial (platform) yang bekerja melalui rangsangan dopamin secara instan," ujarnya.
Ia juga menilai interaksi digital yang tidak terpantau berpotensi meningkatkan risiko seperti tindakan manipulasi yang dilakukan oleh orang dewasa (grooming), paparan pornografi, hingga eksploitasi seksual yang dapat berujung pada perkawinan anak akibat tekanan atau kehamilan tidak diinginkan.
"Kami sangat mendukung kebijakan PP Tunas ini, namun tetap mengingatkan bahwa regulasi digital hanyalah satu sisi mata uang, sedangkan sisi lainnya adalah edukasi dalam keluarga, karena tanpa dialog yang sehat antara orang tua dan anak, anak-anak mungkin tetap mencari cara untuk mengakali sistem," kata dia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....