Belajar dari 2015 dan 2019, Pencegahan Karhutla di Jambi Harus Jadi Prioritas

  • 28 Mar 2026 15:32 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi - Pengalaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) besar pada 2015 dan 2019 di Jambi seharusnya menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk memperkuat upaya pencegahan sejak dini. Senior Advisor Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi, Rudi Syaf, menegaskan bahwa Indonesia memiliki catatan historis yang jelas terkait pola kebakaran yang berulang setiap musim kemarau.

“Kita sudah punya pengalaman. Setiap kemarau pasti ada api, dan ketika kemarau lebih panjang, kebakaran akan semakin besar,” ujarnya, Sabtu 28 Maret 2026. Menurut Rudi, pola tersebut seharusnya menjadi dasar dalam menyusun strategi penanganan karhutla, bukan justru diabaikan. Ia menilai, pendekatan yang selama ini dilakukan masih cenderung reaktif, yakni fokus pada pemadaman saat kebakaran sudah terjadi.

“Jangan sampai pengalaman 2015 dan 2019 itu kita abaikan, lalu kita hanya bertindak ketika api sudah besar. Itu pendekatan kuratif, bukan preventif,” kata Rudi.

Ia menjelaskan, kebakaran yang sudah meluas, terutama di lahan gambut, sangat sulit dikendalikan. Bahkan, teknologi seperti water bombing tidak selalu efektif untuk memadamkan api yang telah membesar. Karena itu, Rudi menekankan pentingnya langkah pencegahan yang lebih sistematis dan konsisten, termasuk pengawasan terhadap pembukaan lahan dengan cara membakar.

“Kalau kita terus mengandalkan pemadaman, kita akan selalu terlambat. Pencegahan harus jadi prioritas utama,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan penanganan karhutla sangat bergantung pada kesiapsiagaan sejak awal musim kemarau, termasuk merespons kemunculan titik panas sebagai peringatan dini.

“Hotspot itu alarm. Kalau kita cepat merespons, kita bisa mencegah api membesar,” ujarnya.

Rudi berharap pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat menjadikan pengalaman masa lalu sebagai pijakan untuk memperbaiki strategi ke depan, sehingga bencana karhutla tidak terus berulang setiap tahun.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....