Hotspot Muncul sejak Awal Tahun, Sinyal Dini Ancaman Karhutla di Jambi
- 28 Mar 2026 15:20 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi - Kemunculan titik panas (hotspot) sejak awal tahun 2026 menjadi sinyal dini meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Jambi. Senior Advisor Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi, Rudi Syaf mengatakan bahwa dalam dua bulan pertama tahun ini, hotspot sudah mulai terdeteksi seiring awal musim kemarau.
“Ini cukup mencemaskan. Dalam dua bulan sejak Januari, begitu mulai kemarau, hotspot langsung muncul,” ujarnya, Sabtu 28 Maret 2026. Menurut Rudi,
Kemunculan hotspot tersebut harus menjadi perhatian serius, terlepas dari perdebatan apakah titik panas tersebut sudah berkembang menjadi kebakaran besar atau masih berskala kecil.
“Kita tidak perlu berdebat apakah itu api besar atau kecil. Intinya hotspot itu muncul, dan itu indikator awal adanya potensi kebakaran,” tegasnya. Rudi Syaf menjelaskan, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kemunculan hotspot di awal musim kemarau sering menjadi pertanda meningkatnya risiko karhutla jika tidak segera diantisipasi.
Rudi mengingatkan bahwa Indonesia, khususnya wilayah Sumatra, memiliki catatan historis kebakaran hutan yang berulang setiap musim kemarau. Bahkan, intensitas kebakaran cenderung meningkat seiring panjangnya periode kemarau.
“Kita sudah punya pengalaman. Setiap kemarau pasti ada kebakaran, dan kalau kemarau lebih panjang, kebakarannya juga akan lebih besar,” katanya.
Namun demikian, ia menilai pengalaman tersebut kerap tidak dijadikan pelajaran untuk memperkuat langkah pencegahan. Penanganan karhutla masih didominasi pendekatan reaktif, yakni pemadaman ketika api sudah membesar.
“Jangan sampai kita mengabaikan pengalaman itu, lalu hanya bertindak ketika api sudah besar. Seharusnya kita fokus pada pencegahan sejak dini,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kemunculan hotspot di awal tahun ini seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah dan semua pihak untuk segera mengambil langkah antisipatif sebelum kebakaran meluas.
“Ini peringatan awal. Kalau tidak direspons dengan cepat, maka risiko kebakaran besar seperti tahun-tahun sebelumnya bisa kembali terjadi ,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....