BPJS Kesehatan dan UNJA Perkuat Sinergi PHTC PPDS

  • 11 Feb 2026 19:59 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi - BPJS Kesehatan turut mengambil peran strategis dalam mendukung transformasi pendidikan kedokteran di Universitas Jambi (UNJA). Melalui kerja sama dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), BPJS Kesehatan Cabang Jambi menyatakan komitmennya untuk mendorong pemerataan tenaga dokter spesialis di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi. Program PHTC PPDS dilaunching pada Rabu, 11 Februari 2026.

Adapu program mencakup tiga yakni Spesialis Bedah, Spesialis Anestesi dan Terapi Intensif, serta Spesialis Pulmologi dan Kedokteran Respirasi. Kehadiran program ini diharapkan menjadi solusi atas kebutuhan dokter spesialis yang selama ini masih terpusat di Kota Jambi.

Rektor UNJA, Prof. Helmi,menyampaikan apresiasi atas dukungan dan sinergi yang dibangun bersama BPJS Kesehatan Cabang Jambi. Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya memperkuat aspek pendidikan, tetapi juga mendukung sistem layanan kesehatan secara menyeluruh. 

“Kami mengapresiasi dukungan BPJS Kesehatan dalam program PHTC PPDS ini. Kerja sama ini menjadi langkah konkret untuk memastikan bahwa pendidikan dokter spesialis yang kami selenggarakan selaras dengan kebutuhan sistem kesehatan nasional dan daerah. Sinergi ini penting agar lulusan PPDS nantinya benar-benar siap mengabdi dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Prof. Helmi.

Dirinya menjelaskan, tujuan utama program ini adalah pemerataan tenaga spesialis di seluruh wilayah Provinsi Jambi. Selama ini, kebutuhan dokter spesialis, khususnya anestesi, paru, dan bedah, masih terkonsentrasi di ibu kota provinsi. Dengan adanya program ini, pemerintah kabupaten dan kota dapat mengusulkan calon peserta PPDS yang nantinya akan kembali dan mengabdi di daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jambi, dr. Shanti Lestari, MKM, AAK, menyambut baik launching program percepatan PPDS tersebut. Menurutnya, langkah ini menjadi bagian penting dalam upaya pemerataan layanan kesehatan di Provinsi Jambi.  

“Dari kami BPJS Kesehatan menyambut baik adanya launching untuk percepatan PPDS di Provinsi Jambi. Harapannya, ke depan terjadi pemerataan layanan karena memang kebutuhan dokter anestesi, paru, dan bedah saat ini masih terpusat di Kota Jambi,” jelas dr. Shanti.

Ia menegaskan, dengan adanya akses pendidikan spesialis di UNJA, kabupaten dan kota di Provinsi Jambi memiliki peluang lebih besar untuk mengajukan calon-calon peserta PPDS. Dengan demikian, distribusi tenaga medis spesialis dapat lebih merata dan tidak lagi terkonsentrasi di satu wilayah saja.

 “Dengan adanya akses seperti ini, kabupaten dan kota bisa mengajukan calon-calon PPDS-nya, dengan harapan pelayanan spesialis medis menjadi merata di seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi,” tambahnya.

Lebih lanjut, dr. Shanti mengungkapkan bahwa melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama UNJA, BPJS Kesehatan Cabang Jambi juga dapat berperan sebagai rujukan literasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi mahasiswa PPDS.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami secara utuh informasi mengenai JKN. Oleh karena itu, mahasiswa PPDS diharapkan dapat menjadi agen literasi kesehatan dan menyampaikan informasi JKN secara lebih luas kepada masyarakat setelah menyelesaikan studinya.

 “Dimungkinkan masih banyak masyarakat yang belum mengetahui informasi tentang JKN. Dengan adanya mahasiswa PPDS ini nantinya, informasi terkait JKN dapat tersampaikan lebih luas ke masyarakat, terutama ketika mereka kembali dan mengabdi di daerah masing-masing,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa JKN merupakan program negara yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, BPJS Kesehatan siap menjadi mitra dan sumber belajar di lingkungan universitas, khususnya dalam memberikan pemahaman terkait sistem pembiayaan kesehatan nasional. 

“JKN adalah program negara, sehingga siapapun bisa mengakses informasi tentang program ini. Kami juga siap menjadi rujukan apabila dibutuhkan sebagai sumber belajar di Universitas Jambi nantinya,” tutup dr. Shanti.

Kolaborasi antara UNJA dan BPJS Kesehatan ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam membangun sistem kesehatan yang lebih merata dan berkelanjutan di Provinsi Jambi. Dengan dukungan berbagai pihak, program PHTC PPDS tidak hanya mencetak dokter spesialis, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi peningkatan kualitas dan akses layanan kesehatan masyarakat di seluruh daerah. 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....