Ulu Gedong Disiapkan Jadi Wisata Budaya
- 29 Jan 2026 22:07 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Pemerintah Kota Jambi menargetkan Kelurahan Ulu Gedong, Kecamatan Danau Teluk, sebagai pusat wisata budaya Melayu berbasis ekonomi kreatif melalui pengembangan kampung tematik batik.
Kawasan Gedong Ulu dikenal sebagai salah satu pusat budaya Melayu Jambi yang berada di wilayah Seberang Kota Jambi. Bangunan bersejarah ini menjadi simbol pelestarian identitas dan nilai-nilai luhur masyarakat Melayu, sekaligus ruang edukasi budaya yang memperkenalkan adat istiadat, seni, serta sejarah Jambi kepada masyarakat luas.
Sebagai ikon warisan leluhur, Gedong Ulu tidak hanya menjadi saksi perjalanan sejarah, tetapi juga berfungsi sebagai pusat kegiatan sosial dan budaya. Keberadaannya diharapkan mampu menjaga marwah budaya Melayu agar tetap hidup dan lestari di tengah arus modernisasi.
Program pengembangan Kampung Batik Ulu Gedong diarahkan untuk mendorong pelestarian budaya sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat di kawasan Kota Jambi bagian seberang.
Wali Kota Jambi, Maulana, mengatakan pengembangan kawasan Ulu Gedong tidak hanya berfokus pada pelestarian budaya Melayu, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan industri kreatif lokal.
“Pengembangan budaya Melayu akan kita mulai dari kawasan Ulu Gedong. Ini bagian dari pembangunan kampung tematik di wilayah seberang yang kita dorong berbasis ekonomi kreatif,” kata Maulana, Selasa, 20 Januari 2026.
Menurut Maulana, Ulu Gedong memiliki potensi besar karena masih banyak pengrajin batik Jambi yang bertahan dan berkarya secara mandiri. Pemerintah Kota Jambi akan memberikan pembinaan berkelanjutan, membantu promosi produk, serta memfasilitasi perlindungan hak kekayaan intelektual (HAKI) bagi batik yang dihasilkan masyarakat.
“Di sana banyak pengrajin batik Jambi. Ini akan kita kembangkan, kita dampingi, dan kita berikan HAKI-nya agar produk mereka memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Selain sektor batik, Pemkot Jambi juga akan mengembangkan kuliner khas Jambi, khususnya kuliner kawasan seberang, sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif. Kuliner tradisional tersebut akan dikemas lebih menarik tanpa menghilangkan cita rasa serta kearifan lokal.
Tak hanya itu, rumah-rumah adat Melayu di kawasan Ulu Gedong juga akan dipelihara dan didorong untuk difungsikan sebagai guest house berbasis masyarakat. Langkah ini diharapkan membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan warga.
“Kita ingin masyarakat menjadi pelaku utama. Rumah adat tetap kita jaga keasliannya, tetapi juga kita dorong agar produktif dan bernilai ekonomi,” jelas Maulana.
Pengembangan wisata budaya ini juga akan dikoneksikan dengan sejumlah destinasi heritage di wilayah seberang, seperti Makam Wirokusumo, Rumah Batu, Makam Tambak, dan Danau Teluk. Konektivitas antar destinasi diharapkan mampu memperpanjang lama kunjungan wisatawan dan meningkatkan perputaran ekonomi lokal.
Dalam pelaksanaannya, Pemkot Jambi akan bersinergi dengan program Kampung Bahagia serta Badan Amil Zakat Nasional Kota Jambi untuk memperkuat pembiayaan, pendampingan usaha mikro, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Maulana menargetkan Kampung Batik Ulu Gedong sekaligus pusat wisata budaya Melayu dapat diresmikan pada akhir tahun ini. Target tersebut sejalan dengan rencana pelaksanaan kegiatan berskala nasional di Kota Jambi yang diperkirakan diikuti sekitar 3.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
“Ini momentum besar untuk memperkenalkan wisata budaya Melayu Jambi ke tingkat nasional sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, pengembangan Kampung Batik Ulu Gedong akan dilakukan secara berkelanjutan dengan menitikberatkan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
“Kalau masyarakat tidak dilibatkan dan tidak mendapatkan manfaat langsung, program ini tidak akan berjalan,” ujarnya.
Untuk menyukseskan program tersebut, Wali Kota Jambi menggelar forum group discussion (FGD) bersama warga guna membahas rencana pengadaan dan pembangunan Kampung Batik Ulu Gedong. Forum ini menjadi wadah dialog untuk menyerap aspirasi serta mengukur kesiapan masyarakat dalam mendukung pengembangan wisata budaya Melayu berbasis ekonomi kreatif.
Sementara itu, salah seorang warga Ulu Gedong, Yahya Anang, menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, masyarakat sangat antusias karena program ini dinilai mampu membuka peluang usaha baru dan meningkatkan kesejahteraan warga di kawasan tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....